Bahasa merupakan alat komunikasi sosial berupa sistem simbol bunyi yang dihasilkan dari ucapan manusia. Seiring dengan berkembangnya zaman, setiap manusia menginginkan kemampuan untuk menguasai lebih dari satu bahasa. Sesuai data yang telah didapatkan dilihat masyarakat Gorontalo memiliki minat yang cukup tinggi untuk belajar bahasa asing maupun mengikuti tes bersertifikat akan tetapi di Kota Gorontalo terdapat beberapa lembaga yang tidak melengkapi syarat baik dari segi bangunan maupun fasilitas. Atas dasar kebutuhan tersebut, tujuan dari perancangan Pusat Pelatihan Bahasa Asing di Kota Gorontalo yaitu mampu mewadahi dengan baik seluruh kegiatan untuk mewujudkan keberhasilan dalam belajar bahasa asing. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pada tahapan proses pembuatan konsep perancangan ini menggunakan metode brainstorming dan akan memperoleh output berupa beberapa konsep perancangan. Pendekatan rancangan yang digunakan adalah semiotika arsitektur yang memiliki arti untuk mengajak masyarakat memahami makna arsitektur dalam suatu bangunan dengan cara berkomunikasi sehingga bertujuan untuk mewujudkan suasana berbahasa asing dalam interior maupun eksterior. Melalui hasil dari analisis serta konsep yang telah diolah sedemikian rupa dapat mewujudkan bangunan Pusat Pelatihan Bahasa Asing di Kota Gorontalo dengan pendekatan semiotika arsitektur