Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : REKAYASA

STUDI KEBIJAKAN ERGONOMI MAKRO TERHADAP OUTPUT PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK (STUDI KASUS: PT. SUMBER MAS INDAH PLYWOOD, GRESIK) Hima, Amalia Faikhotul; Umami, Mahrus Khoirul; Mustajib, Mohamad Imron
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.387 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v5i1.2108

Abstract

PT. Sumber Mas Indah Plywood merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan plywood. Namun, perusahaan ini juga menghasilkan produk sampingan berupa moulding, polyester, dan lumber core. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan ergonomi makro terhadap output produksi menggunakan sistem dinamik. Dengan menggunakan perangkat lunak simulasi vensim PLE, dapat diketahui bahwa kebijakan ergonomi makro memberikan pengaruh positif terhadap output produksi, namun pengaruh ini tidak ditunjukkan secara langsung melainkan bertahap sesuai interaksi yang ditunjukkan pada model. Pada pengembangan model sistem dinamik, terdapat 5 skenario untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu meningkatkan output produksi. Skenario pertama adalah dengan meningkatkan pembiayaan investasi ergonomi dari 1 Milyar menjadi 3 Milyar. Skenario kedua adalah mengurangi jumlah investasi ergonomic dari 1 Milyar menjadi 500juta. Skenario ketiga adalah dengan meningkatkan prosentase investasi perusahaan. Skenario keempat adalah meningkatkan harga pokok penjualan sebesar 10%. Sedangkan skenario kelima adalah menurunkan biaya operasional. Berdasarkan alternatif skenario, ternyata pada skenario 3 mengasilkan rata-rata output produksi terbesar. Sedangkan dari sisi nilai keuntungan perusahaan, skenario 5 adalah yang terbaik. Pemilihan skenario tersebut berdasarkan analisis net present value (NPV) dengan menggunakan tingkat bunga sebesar 10%. Pada analisis NPV, diketahui bahwa pada skenario 5 menghasilkan NPV sebesar Rp 7.396.523,07 juta. Dalam kasus seperti ini, perusahaan memiliki tujuan untuk meningkatkan output produksi sehingga skenario yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan hanya dijadikan pertimbangan. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya memilih skenario 3 dikarenakan pada alternatif tersebut mengahasilkan rata-rata output produksi yang paling tinggi.
OPTIMISASI PERAWATAN BERBASIS AGE REPLACEMENT DENGAN PENDEKATAN ALGORITMA BISECTION Anwar, Khairul; Mustajib, Mohammad Imron; Ilhamsah, Heri Awalul
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.816 KB) | DOI: 10.21107/rys.v5i1.2106

Abstract

Makalah ini membahas tentang optimisasi menggunakan perawatan age replacement dengan pendekatan algoritma bisection. Objek penelitiannya adalah lini produksi kaca pada PT. Iglas (persero). Hasil pengambilan data didapat mesin produksi yang banyak mengalami kerusakan adalah mesin forming 1.1 dan mesin forming 1.2, dengan komponen krisisnya adalah arm neckring, dengan distribusi kerusakan dari komponen tersebut adalah lognormal dengan nilai mean 2,6 dan standart deviasi 1,36 pada mesin forming 1.1 dan mean 3 dan standart deviasi 2 untuk mesin forming 1.2. Berdasarkan optimisasi menggunakan metode bisection diperoleh  bahwa waktu optimum untuk melakukan tindakan age replacement pada komponen arm neckring rata-rata yaitu 28,125 hari = 675 jam untuk mesin forming 1.1 dan 20,15631 hari = 483,7514 jam untuk mesin forming 1.2.
Pengembangan Know ledge Base Systems untuk Pemilihan TIPE Sambungan Las Mustajib, Momahammad Imron
Rekayasa Vol 1, No 1: April 2008
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1890.791 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v1i1.2166

Abstract

Welding is one of the manufacturing process used tomake the connection of components Imetal parts intendedfor assembly. There aremanyfactors toconsider inplanning a welding connection, including costfactors, power and ease of workmanship in the process. Cross­ sectional area smaller number of wires that require fewer and thus more economical. For that a decision tool that has the capability of knowledge (knowledge base) obtained from the domain expertise required to consider alternativeforms of alternataf weld connection on the basis of three criteria: minimum cross-sectional area. Destination of the study in this research is to develop a model of knowledge-based software knowledge (knowledge-based systems)welding the connection type selection criteria: cross-sectional area to minimize welding connection, and ease of manufacture hem welding, using a computerprogram capabilities that could save the base knowledge (knowledge base). The acquisition of knowledge of welding connection type domain expertise, data preparation section area calculation, and the stage reprsentasi knowledge to build a knowledge base systems. Use of software knowledge-based systems for selection of welding plate connection provides time-saving convenience and selection of welding connection as part of the manufacturing process planning