Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar Pelia Elza
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut peran aktif guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam memastikan keberhasilan implementasi kurikulum, termasuk dalam perencanaan pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran inovatif, serta penilaian autentik. Guru yang aktif dan kreatif dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kualitas peran guru dalam proses implementasi kurikulum.
Studi Stabilitas Sediaan Gel Ekstrak Kunyit (Curcuma longa) sebagai Antiinflamasi pelia elza
Jurnal Kesehatan dan Farmasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflamasi merupakan respon biologis tubuh yang penting namun dapat berakibat merugikan jika berlangsung berlebihan. Obat antiinflamasi sintetis efektif, tetapi sering menimbulkan efek samping bila digunakan jangka panjang. Kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkumin yang berpotensi sebagai agen antiinflamasi melalui penghambatan mediator inflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas fisikokimia dan aktivitas antiinflamasi sediaan gel ekstrak kunyit. Gel diformulasikan dengan basis HPMC dalam konsentrasi 2%, 4%, dan 6%, kemudian diuji stabilitas organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat selama 28 hari. Aktivitas antiinflamasi diuji menggunakan metode edema telapak kaki tikus yang diinduksi karragenan. Hasil menunjukkan sediaan gel stabil dengan pH 6,0–6,2 dan tidak mengalami perubahan signifikan pada viskositas maupun daya sebar. Uji aktivitas memperlihatkan gel ekstrak kunyit konsentrasi 6% memiliki daya hambat inflamasi 66%, mendekati diklofenak (68%). Dengan demikian, gel ekstrak kunyit berpotensi sebagai sediaan topikal fitofarmaka antiinflamasi.