Dismenore menjadi masalah kesehatan yang sering dijumpai pada wanita, khususnya remaja putri, dan dikenali melalui rasa nyeri berupa kram di perut bagian bawah selama siklus menstruasi. Intervensi terhadap dismenore secara garis besar terbagi menjadi pendekatan farmakologis dan non-farmakologis. Teknik relaksasi pernapasan dan senam dismenore merupakan contoh intervensi non-farmakologis yang dapat membantu meredakan nyeri. Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengkaji perbedaan pengaruh antara teknik relaksasi pernapasan dan senam dismenore dalam upaya meredakan nyeri pada remaja putri di SMP Negeri 1 Wonosalam. Metode penelitian yang dipilih adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, namun menggunakan pendekatan kelompok kontrol non-ekuivalen. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, lembar observasi nyeri (dengan skala penilaian numerik), penilaian nyeri menggunakan PQRST, SOP teknik relaksasi pernapasan dan senam dismenore, kuesioner, dan dokumentasi. Sebanyak 36 responden terlibat dalam penelitian ini. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa kelompok senam dismenore memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi (24,11) dibandingkan kelompok teknik relaksasi pernapasan (12,89), dengan p-value 0,00. Karena p-value (0,001) lebih kecil dari 0,005, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok, dan senam dismenore lebih efektif dalam mengurangi nyeri haid pada remaja putri di SMP Negeri 1 Wonosalam.