Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi dashboard sebagai media monitoring terpusat untuk mendeteksi konten hack pada domain web Universitas Terbuka. Permasalahan utama adalah pengelolaan 488 domain dengan temuan 3.753 backlink berisiko tinggi, sementara sistem sebelumnya masih manual, tidak terintegrasi, tidak memiliki histori terpusat, serta tidak menyediakan visualisasi maupun pemetaan tanggung jawab, sehingga menyebabkan keterlambatan deteksi dan respons insiden. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada integrasi monitoring berbasis dashboard yang menggabungkan sinkronisasi data eksternal (CSV Semrush), pemetaan otomatis domain ke PIC berbasis subdomain, validasi duplikasi data, serta pembaruan status penanganan secara real-time dalam satu sistem terpusat. Metode yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC). Evaluasi sistem dilakukan menggunakan pengujian fungsional dan User Acceptance Test (UAT). Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan fungsi umum sebesar 90–100% (18–20 dari 20 skenario), fungsi admin 100% (23/23 skenario), dan fungsi pengguna PIC sebesar 76,9%–100% (10–13 dari 13 skenario). Akurasi penyajian metrik utama (source URL, target URL, source domain, dan mapping PIC) mencapai 100% (7/7 pengujian), serta validasi duplikasi dan proses sinkronisasi data menunjukkan tingkat keberhasilan 100% tanpa redundansi data. Kontribusi ilmiah penelitian ini adalah penyediaan model sistem monitoring keamanan domain berbasis dashboard terintegrasi yang mampu menggantikan proses manual menjadi sistem terpusat, terstruktur, dan berbasis visual analytics, serta meningkatkan ketepatan informasi dan efisiensi proses monitoring secara terukur.