Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pasangan pernikahan dini di Desa Kebun Baru menjalankan fungsi ekonomi keluarga serta strategi adaptasi yang mereka lakukan dalam kondisi serba terbatas. Pernikahan dini merupakan persoalan sosial yang masih banyak terjadi di berbagai wilayah Indonesia, di Desa Kebun Baru, pernikahan usia muda menjadi persoalan yang harus di perhatikan karena banyak pasangan memasuki kehidupan rumah tangga tanpa kesiapan mental dan finansial, ataupun pendidikan yang memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksplanatoris. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13 informan yang di pilih dengan metode purposive dengan kriteria pasangan yang menikah di usia dini (perempuan: dibawah 19 tahun dan laki-laki: di bawah 21 tahun), orangtua pasangan, tetangga, dan pengurus desa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, triangulasi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian juga analisis dengan menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan masih mengalami ketergantungan ekonomi pada keluarga besar karena pendapatan yang tidak menentu. Suami umumnya bekerja pada sektor informal, sedangkan istri membantu melalui pekerjaan sambilan atau usaha kecil-kecilan. Pembagian peran bersifat fleksibel, ditentukan oleh kebutuhan dan tekanan ekonomi yang berubah-ubah. Pasangan mengembangkan strategi bertahan hidup seperti hidup hemat, serta menggabungkan sumber daya keluarga besar. Temuan ini menunjukkan bahwa proses adaptasi dan integrasi menjadi kunci bagi keberlangsungan fungsi ekonomi keluarga muda. Penelitian ini menegaskan perlunya program pendampingan keluarga muda untuk memperkuat ketahanan ekonomi di pedesaan