Elias Sandy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Power Otot Tungkai pada Atlet Bola Voli Ajri Nurli Almuhtadi; Elias Sandy; Reza Rizki Fahlevi; Muhammad Arief Setiawan; Miftahudin Sigit
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i3.5124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), kekuatan otot pendinginan, dan ketinggian vertical jump pada atlet bola voli putra SMAN 1 Karawang. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan memahami bagaimana komposisi tubuh mempengaruhi kemampuan eksplosif, khususnya guncangan vertikal yang sangat penting dalam aksi smash, block, dan serve. Penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan pendekatan korelasional yang melibatkan 15 atlet yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran terdiri atas tinggi badan, berat badan, IMT, dan tes lompat vertikal dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada pada kategori IMT normal, dan kelompok ini memiliki kemampuan lompat vertikal kategori Cukup hingga Baik. Atlet dengan kategori IMT Gemuk sampai Obesitas menunjukkan penurunan signifikan pada kemampuan lompat vertikal, dengan nilai lompatan berada pada kategori Kurang hingga Sangat Kurang. Analisis pola hubungan menunjukkan bahwa semakin tinggi IMT, terutama pada kategori Gemuk dan Obesitas, semakin rendah kemampuan vertical jump. Kesimpulan penelitian ini adalah IMT memiliki hubungan yang jelas dengan kinerja kemacetan vertikal, di mana IMT yang tinggi cenderung menurunkan kemampuan eksplosif iPhone. Implikasi penelitian mengarah pada pentingnya pelatih memadukan komposisi tubuh atlet serta merancang program latihan dan nutrisi yang fokus pada pembentukan massa otot tanpa meningkatkan beban tubuh berlebih guna mengoptimalkan kinerja lompat vertikal.