Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), kekuatan otot pendinginan, dan ketinggian vertical jump pada atlet bola voli putra SMAN 1 Karawang. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan memahami bagaimana komposisi tubuh mempengaruhi kemampuan eksplosif, khususnya guncangan vertikal yang sangat penting dalam aksi smash, block, dan serve. Penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan pendekatan korelasional yang melibatkan 15 atlet yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran terdiri atas tinggi badan, berat badan, IMT, dan tes lompat vertikal dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada pada kategori IMT normal, dan kelompok ini memiliki kemampuan lompat vertikal kategori Cukup hingga Baik. Atlet dengan kategori IMT Gemuk sampai Obesitas menunjukkan penurunan signifikan pada kemampuan lompat vertikal, dengan nilai lompatan berada pada kategori Kurang hingga Sangat Kurang. Analisis pola hubungan menunjukkan bahwa semakin tinggi IMT, terutama pada kategori Gemuk dan Obesitas, semakin rendah kemampuan vertical jump. Kesimpulan penelitian ini adalah IMT memiliki hubungan yang jelas dengan kinerja kemacetan vertikal, di mana IMT yang tinggi cenderung menurunkan kemampuan eksplosif iPhone. Implikasi penelitian mengarah pada pentingnya pelatih memadukan komposisi tubuh atlet serta merancang program latihan dan nutrisi yang fokus pada pembentukan massa otot tanpa meningkatkan beban tubuh berlebih guna mengoptimalkan kinerja lompat vertikal.
Copyrights © 2026