Kemampuan vertical jump merupakan komponen penting dalam performa atlet bola voli karena berperan langsung dalam gerakan smash, block, dan serve. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kemampuan lompatan vertikal adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang mencerminkan komposisi tubuh atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan kemampuan vertical jump pada atlet bola voli putra SMAN 1 Karawang. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan korelasional, melibatkan 15 atlet yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran meliputi tinggi badan, berat badan untuk perhitungan IMT, serta tes vertical jump. Analisis data diawali dengan uji normalitas Shapiro–Wilk dan dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara IMT dan vertical jump (r = –0,847; p < 0,01). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,717) menunjukkan bahwa 71,7% variasi penurunan kemampuan vertical jump dipengaruhi oleh IMT. Atlet dengan IMT normal cenderung memiliki kemampuan lompatan yang lebih baik dibandingkan atlet dengan IMT gemuk dan obesitas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa IMT memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan eksplosif tungkai, sehingga pengelolaan komposisi tubuh menjadi faktor penting dalam pembinaan atlet bola voli.
Copyrights © 2026