Media sosial telah menjadi sebuah bagian penting didalam kehidupan para remaja di era yang serba canggih seperti pada saat ini yang dimana dapat membantu para remaja dalam berinteraksi dan juga berkomunikasi serta membentuk sebuah identitas bagi para remaja. Tetapi saat ini dengan seiring berkembangnya kemajuan teknologi seperti penggunaan media sosial muncul pula sebuah fenomena yang memiliki dampak negatif yang berdampak pada psikologis dan emosional para remaja. ujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana media sosial berkontribusi pada terjadinya cyberbullying di kalangan remaja di era internet, serta variabel yang mempengaruhi terjadinya cyberbullying melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data melalui penelitian literatur sebelumnya, seperti buku, artikel jurnal, dan penelitian sebelumnya. Data dikumpulkan untuk memahami hubungan antara media sosial dan cyberbullying serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perundungan digital. Analisis dilakukan dengan menelaah hasil temuan dari berbagai sumber yang membahas dampak media sosial terhadap perilaku remaja dan fenomena cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam terjadinya cyberbullying di kalangan remaja. Anonimitas yang diberikan oleh platform digital, kemudahan penyebaran konten negatif dan normalisasi perilaku negatif di dunia maya menjadi faktor utama yang memperburuk masalah perundungan online. Selain itu, faktor perbandingan sosial yang sering terjadi di media sosial juga mendorong remaja untuk melakukan cyberbullying atau menjadi korban dari perilaku tersebut. Kurangnya pengawasan dari orang tua dan pendidik serta pemahaman yang minim tentang konsekuensi dari cyberbullying juga memperburuk situasi ini.