Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analysis of Akhlak Values in Science Textbooks for Madrasah Aliyah Nurlela, Andi
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 14 No 2 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i2.3740

Abstract

Integrating akhlak values ​with all subjects at all levels of education is one of the keys to forming students with a religious character. So that science and religion are no longer separated. Including at the Madrasah Aliyah (MA) education level, Islamic-based schools, but in reality, it is still difficult not to separate science and religion, especially in science subjects. Therefore, this study aims to analyze religious values, especially in the akhlak aspect in science textbooks for 10th grade Madrasah Aliyah (MA), and how students internalize these religious values. This research uses a qualitative descriptive approach, specifically content analysis. The results of this study indicate that the learning materials in science textbooks for 10th at Madrasah Aliyah (MA) contain akhlak values, including akhlak to Allah SWT, akhlak to fellow human beings, and akhlak to the environment. The media used to internalize akhlak values ​​in science learning is manufacturing printed and electronic teaching materials so students can easily access and understand them.
Economic Resilience and Welfare of Older Adults after the Paitua Assistance Program Ramli, Umar; Nikmatul Ula, Siti Nurul; Rumaday, Saleman; Nurlela, Andi; Rais, Lukman
Jurnal Sosiologi Andalas Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsa.11.2.135-153.2025

Abstract

Older adults in Southwest Papua are increasingly vulnerable both socially and economically, while the Paitua Program as a social safety net has not been empirically assessed. This study establishes a baseline evaluation using an Explanatory Sequential Mixed Methods design, combining quantitative and qualitative approaches. Data were collected from 270 elderly respondents and five informants through questionnaires, interviews, observation, and document review. Quantitative data were analyzed with descriptive and inferential statistics, while qualitative findings were examined through thematic-phenomenological analysis. Results reveal that the Paitua Program influences elderly well-being across economic, social, and psychological dimensions. The program not only addresses basic needs but also reduces family burdens, enhances security, and improves selfworth. Average scores were 2.88 for satisfaction, 3.09 for economic resilience, and 2.81 for overall well-being. Hypothesis testing confirmed significant positive effects both partially (t-test: well-being = 17.929; economic resilience = 3.970 > t-table 1.650) and simultaneously (f-test = 257.887 > f-table 3.029). The novelty of this study highlights that direct cash transfers strengthen not only economic resilience but also social and psychological well-being, an area rarely emphasized in prior research.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN ANTARANGGOTA KOMUNITAS MERAH SAGA DI KOTA AMBON Nurlela, Andi; da Costa, Romilda Arivina; Latupeirissa, Elsa
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2020): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol1no2hlm227-246

Abstract

Penelitian implikatur percakapan ini berbentuk deskriptif kualitatif yang menggunakan metode observasi, wawancara, dan perekaman untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori implikatur, tindak tutur, prinsip kerja sama, dan prinsip kesopanan. Hasil penelitian menunjukan adanya kehadiran implikatur baik dalam tuturan representatif, direktif, ekspresif, komisif, deklaratif, bahkan ada tuturan yang mengandung lebih dari satu implikatur pada satu konteks percakapan. Kehadiran implikatur pada tuturan menyebabkan sejumlah pelanggaran terhadap prinsip kerja sama. Pelanggaran dilakukan justru untuk memenuhi prinsip-prinsip kesopanan, terutama maksim relevansi.
Analysis of Akhlak Values in Science Textbooks for Madrasah Aliyah Nurlela, Andi
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 14 No. 2 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v14i2.3740

Abstract

Integrating akhlak values ​with all subjects at all levels of education is one of the keys to forming students with a religious character. So that science and religion are no longer separated. Including at the Madrasah Aliyah (MA) education level, Islamic-based schools, but in reality, it is still difficult not to separate science and religion, especially in science subjects. Therefore, this study aims to analyze religious values, especially in the akhlak aspect in science textbooks for 10th grade Madrasah Aliyah (MA), and how students internalize these religious values. This research uses a qualitative descriptive approach, specifically content analysis. The results of this study indicate that the learning materials in science textbooks for 10th at Madrasah Aliyah (MA) contain akhlak values, including akhlak to Allah SWT, akhlak to fellow human beings, and akhlak to the environment. The media used to internalize akhlak values ​​in science learning is manufacturing printed and electronic teaching materials so students can easily access and understand them.
 Pengaruh Kondisi Burnout Terhadap Motivasi Kerja Karyawan PT Konimex Jakarta laurencia; Laurencia, Laurencia; Nurlela, Andi
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 1 No. 6 (2024): (SEPTEMBER) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/k73q7k61

Abstract

Perkembangan dan persiangan yang semakin ketat menekan perusahaan untuk lebih memaksimalkan produktivitas karyawan. Tetapi tidak jarang dengan tinggi nya beban pekerjaan, lingkungan kerja yang mendukung maupun komunikasi antar individu dan kelompok membuat karyawan mengalami stres. Stres adalah keadaan tekanan mental atau kecemasan yang disebabkan oleh berbagai masalah dalam hidup, salah satunya disebabkan oleh pekerjaan. Stres kerja dapat menyebabkan kejenuhan atau burnout yang memperngaruhi motivasi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi burnout terhadap motivasi kerja karyawan PT Konimex Jakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT Konimex Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitaif, teknik pengumpulan data dengan membagikan kuesioner kepada responden. Proses analisis data menggunakan program statistik SPSS ( Statistical Package for the Social Sciences) versi 29.0 for windows. Hasil penelitian menunujukkan korelasi antara pengaruh burnout terhadap motivasi kerja karyawan adalah rendah atau lemah, tetapi tidak menutup kemungkinan tingkat burnout meninggi sehingga mempengaruhi motivasi dan produktifitas karyawan jika tidak diatasi dengan baik.
Peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan dalam Pengembangan Pariwisata Alam di Desa Cikole Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Susanto, Susanto; Nurlela, Andi; Mesra, Romi
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 1 No. 5 (2024): (JULY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/7tdb0m84

Abstract

Tujuan dari hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam kegiatan pengembangan pariwisata di Desa Cikole Kecamatan Lembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah 23 orang yang merupakan anggota Lembaga masyarakat Desa Hutan di Desa Cikole. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak muda, yaitu 13 orang pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan memainkan peran langsung, yaitu 5 orang anggota berperan tidak aktif hanya menerima sharing dari kerjamasa, dan 5 orang tidak berperan dalam mengembangkan pariwisata Alam di Desa Cikole. Pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan bertindak sebagai subjek yang secara aktif terlibat dalam kegiatan dan menerima manfaat langsung. Lembaga Masyarakat Desa Hutan memainkan peran dalam kegiatan pariwisata alam termasuk kegiatan pengelolaan wisata, berdagang, pengelola parker dan menjadi pemandu wisata. Bagi Lembaga masyarakat Desa, peluang dari Pengelola kawasan hutan dan desa cikole adalah faktor utama yang mempengaruhi dalam mengambil bagian dari kegiatan bersama,oleh karena itu penulis mencoba membuat kajian tentang Peranana Lembaga masyarakat Desa Hutan terhadap perkembangan pariwisata alam Desa Cikole.
Perceptions of Stunting: Negotiating Local and Medical Knowledge in Jeneponto, South Sulawesi Nurlela, Andi; Muhammad, Sawedi; Arifin, Suryanto; Hariashari, Hariashari
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i2.5037

Abstract

The problem of stunting is still a complex social and health issue in Indonesia, including in Jeneponto Regency, South Sulawesi, which has the highest prevalence of stunting in the province. People in this region have a different understanding of the concept of stunting compared to the medical definition used by the government. This research aims to analyze how the people of Jeneponto build an understanding of stunting through negotiations between local knowledge and medical knowledge. The research uses a qualitative approach with phenomenological design. A total of 15 informants were selected purposively, consisting of parents of children under five, health workers, posyandu cadres, community leaders, and local government officials. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies, then analyzed inductively using manual coding techniques. The results of the study show that people do not view stunting as a health problem, but as a social opportunity to obtain nutritional assistance and economic support. The label "stunting" is interpreted as a survival strategy in a formal policy structure that provides access to resources. The conclusion of the study emphasizes that the stunting phenomenon in Jeneponto is the result of a social construction that reflects the adaptation of the community to state policies, so that efforts to handle it need to pay attention to the social context and local rationality of the community.
Persepsi Masyarakat Terhadap Sarana Publik Transjakarta untuk Penyandang Disabilitas Nofitasari, Cindy; Nurlela, Andi
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 2 No 4 (2025): (SEPTEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/tk3jkn24

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat persepsi masyarakat kepada para penyandang disabilitas dalam menggunakan transportasi publik Transjakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi pada empat halte dan mendapatkan 40 narasumber. Responden penelitian adalah pengguna fasilitas Transjakarta. Jumlah responden yang dilibatkan adalah 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden belum merasa terpuaskan dengan fasilitas yang disediakan oleh pihak Transjakarta bagi manusia normal maupun penyandang disabilitas.
Analisis Perubahan Sosial akibat Penggunaan Gadget pada Remaja di Dusun Gadungsari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul Febrian, Bima; Nurlela, Andi
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/r2ydnd90

Abstract

Berkembangnya teknologi tak terlepas dari kehidupan modern manusia. Teknologi semakin berkembang pesat dan menuntut manusia dapat mengikuti perkembangannya. Sehingga segala sesuatu dapat diakses melalui berbagai macam teknologi, terutama gadget dan internet. Masuknya teknologi seperti gadget dan internet dapat memudahkan akses di segala hal, termasuk untuk belajar dan bermain di dunia maya. Hal ini dapat menimbulkan berbagai macam pengaruh dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada usia anak-anak hingga remaja. Remaja di Dusun Gadungsari mulai sibuk dengan gadget masing-masing, terlebih kehidupan di tengah kota yang banyak meminta mereka lebih intens mengakses gadget. Perubahan sosial didorong dengan adanya faktor sosial yaitu kondisi masyarakat yang terbuka dengan perubahan, pribadi yang sangat terbuka terhadap perubahan, dan terjadinya kontak dengan kebudayaan yang masuk. Dengan penggunaan gadget yang berlebihan ini dapat menimbulkan perubahan sosial, diantaranya remaja menjadi kurang harmonis dengan keluarga, sedikit bersikap acuh, kurang berinteraksi dengan teman lainnya, dan perubahan sikap lainnya. Sehingga diperlukan sinergitas antara keluarga, sekolah, dan lingkungan untuk dapat memberi batasan terhadap penggunaan gadget. Terlebih pada usia anak dan remaja, lebih sering untuk diadakan event/acara yang dilakukan secara tatap muka dan kegiatan positif membangun kepercayaan diri, kecerdasan intelektual, maupun public speaking ataupun kegiatan yang membangun kekompakan dengan remaja lainnya. Sehingga remaja akan lebih kritis dan inovatif terhadap sesuatu, tidak bersikap acuh bahkan terkesan anti sosial.
Peran Media Sosial terhadap Cyberbulling Remaja di Era Digital Rahmahdianti , Isni Maulida; Nurlela, Andi
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/4ye98e10

Abstract

Media sosial telah menjadi sebuah bagian penting didalam kehidupan para remaja di era yang serba canggih seperti pada saat ini yang dimana dapat membantu para remaja dalam berinteraksi dan juga berkomunikasi serta membentuk sebuah identitas bagi para remaja. Tetapi saat ini dengan seiring berkembangnya kemajuan teknologi seperti penggunaan media sosial muncul pula sebuah fenomena yang memiliki dampak negatif yang berdampak pada psikologis dan emosional para remaja. ujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana media sosial berkontribusi pada terjadinya cyberbullying di kalangan remaja di era internet, serta variabel yang mempengaruhi terjadinya cyberbullying melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data melalui penelitian literatur sebelumnya, seperti buku, artikel jurnal, dan penelitian sebelumnya. Data dikumpulkan untuk memahami hubungan antara media sosial dan cyberbullying serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perundungan digital. Analisis dilakukan dengan menelaah hasil temuan dari berbagai sumber yang membahas dampak media sosial terhadap perilaku remaja dan fenomena cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam terjadinya cyberbullying di kalangan remaja. Anonimitas yang diberikan oleh platform digital, kemudahan penyebaran konten negatif dan normalisasi perilaku negatif di dunia maya menjadi faktor utama yang memperburuk masalah perundungan online. Selain itu, faktor perbandingan sosial yang sering terjadi di media sosial juga mendorong remaja untuk melakukan cyberbullying atau menjadi korban dari perilaku tersebut. Kurangnya pengawasan dari orang tua dan pendidik serta pemahaman yang minim tentang konsekuensi dari cyberbullying juga memperburuk situasi ini.