Kurnia, Ary
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Intensitas Bermain Game Online terhadap Interaksi Sosial Remaja di SMP Negeri 2 Tajurhalang, Kabupaten Bogor Kurnia, Ary; Nurlela, Andi
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/sc7f9g75

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah mengubah cara remaja berinteraksi dan memperoleh informasi, menjadikannya bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Remaja dikatakan memiliki masalah dengan interaksi sosial dikarenakan kurangnya pemahaman tentang bagaimana cara untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sehingga tidak mampu melaksanakan perannya dengan baik, salah satu penyebab masalah interaksi sosial karena maraknya remaja yang memainkan game online. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak intensitas bermain game online pada remaja di SMP Negeri 2 Tajurhalang Kabupaten Bogor. Pendekatan kuantitatif dan Sampel penelitian terdiri dari 115 siswa, data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup frekuensi intensitas bermain game online, interaksi sosialnya pada remaja. Berdasarkan hasil analisis koefisien korelasi product moment diperoleh hasil yang menunjukan bahwa terdapat dampak negatif intensitas bermain game online terhadap interaksi sosial pada remaja di SMP Negeri 2 Tajurhalang Kabupaten Bogor, yaitu semakin tinggi intensitas bermain game maka semakin rendah interaksi sosialnya. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dalam memahami perkembangan remaja. Orang tua dan pendidik disarankan untuk fokus pada aspek lain, seperti lingkungan keluarga, motivasi belajar, dan pola pengasuhan, dalam mendukung perkembangan remaja secara optimal. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor sosial dan psikologis yang mungkin memiliki dampak lebih signifikan dibandingkan media sosial.