Aleksky BMB
Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Agama Kristen Berdasarkan Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Pertumbuhan Spiritualitas dan Peningkatan Prestasi Siswa Sekolah Menengah Atas Daulat Marulitua Tambunan; Ita Marlina; Aleksky BMB; Yuliana Gunawan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2185

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Pendidikan Agama Kristen berbasis Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 7 Bekasi, dengan fokus pada dampak terhadap pertumbuhan spiritualitas dan peningkatan prestasi akademik siswa kelas X. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya interaksi yang efektif antara kurikulum dan kebutuhan spiritual siswa, serta tantangan dalam meningkatkan partisipasi aktif dan prestasi akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana Kurikulum Merdeka dapat memfasilitasi pengajaran agama Kristen yang lebih mendalam dan relevan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi kelas, dan analisis dokumentasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan kerohanian, seperti membaca Alkitab dan melakukan doa, serta meningkatkan partisipasi dalam kegiatan praktis yang mendukung soft skills dan karakter. Pembahasan menunjukkan bahwa kendati ada peningkatan partisipasi dan prestasi, tantangan tetap ada dalam hal pelatihan teknologi bagi guru dan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan tujuan pendidikan tercapai. Ditekankan pentingnya strategi pengajaran inovatif yang mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dengan teknologi dan sumber daya digital. Kesimpulannya, meskipun implementasi ini menunjukkan hasil positif, penyesuaian dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa kurikulum terus berkembang sesuai dengan kebutuhan siswa dan standar pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan lebih lanjut bagi guru dan keterlibatan orang tua untuk memperkuat penerapan kurikulum.
IMPLEMENTATION OF LEARNING USING BLENDED LEARNING BASED INDEPENDENT CURRICULUM Daulat Marulitua Tambunan; Aleksky BMB; Ita Marlina; Yuliana Gunawan
INJOSEDU: International Journal of Social and Education Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The discussion of this article begins with an emphasis on the importance of quality human resources, which can be produced through the development of educational curriculum. The differences between the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum, such as the emphasis on developing Pancasila student character, gradual learning outcomes, and teacher flexibility, are explained as innovations that encourage more innovative learning. Driving schools are an important element in the transformation of character education, focusing on literacy, numeracy and student character. This program targets student learning outcomes holistically and embodies the Pancasila student profile. In facing the pandemic, the implementation of the Merdeka Curriculum in driving schools uses a blended learning model, which combines face-to-face and distance learning. The research method uses literature study, with data analysis, especially related to planning in the Independent Curriculum teaching module. It is hoped that the research results can provide input for improving learning tools and processes for schools that will implement the Independent Curriculum. The article also discusses curriculum development, the 2013 Curriculum policy Revision to the Independent Curriculum, as well as the objectives and advantages of the Independent Curriculum. The conclusions from this discussion include a focus on character development, curriculum flexibility, the role of driving schools, and adapting the blended learning model. It is hoped that this article will make a positive contribution in supporting the implementation of the Independent Curriculum in Indonesia.