Raudhatul Jannah
Universitas Negeri Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Lingkungan Sekitar Rumah Sebagai Sumber Belajar Untuk Pengembangan Kosakata Ekologi Anak Usia Dini Raudhatul Jannah; Nurbiana Dhieni; Indra Jaya
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2314

Abstract

Masih terbatasnya sumber belajar berbasis lingkungan di rumah mendorong perlunya eksplorasi terhadap potensi pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sarana pembelajaran anak usia dini. Lingkungan rumah, baik yang bersifat alami maupun buatan, sesungguhnya memiliki kekayaan unsur ekologis yang dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai kosakata dan konsep dasar ekologi secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemanfaatan lingkungan sekitar rumah sebagai sumber belajar dalam pengembangan kosakata ekologi anak usia 5-6 tahun. Metode dalam studi ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orangtua, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengenalan kosakata ekologi pada anak usia 5-6 tahun melalui eksplorasi lingkungan sekitar rumah melibatkan tiga aspek utama, yaitu: (1) pemanfaatan lingkungan rumah sebagai sumber belajar, (2) interaksi anak dan orang tua dalam penguatan kosakata, dan (3) perkembangan kreativitas serta kemampuan observasi melalui aktivitas berbasis alam. Pada aspek pertama, seluruh subjek penelitian memperoleh kosakata baru seperti tanah, daun, batang, bunga, ikan, dan serangga melalui kegiatan langsung di kebun, halaman, dan sungai. Aktivitas multisensori membantu anak memahami dan mengingat kosakata secara lebih bermakna. Pada aspek kedua, interaksi verbal antara anak dan orang tua berperan penting dalam memperkuat pemahaman anak terhadap istilah ekologis. Dialog spontan dalam aktivitas sehari-hari, seperti saat mengamati hewan atau fenomena alam, memperkaya kemampuan anak menggunakan kosakata ekologi secara kontekstual. Pada aspek ketiga, aktivitas berbasis alam terbukti mendorong kreativitas dan kemampuan observasi anak. Anak mengekspresikan pengalamannya melalui bahasa dan kegiatan imajinatif, seperti menyusun daun atau bercerita tentang hewan yang ditemui. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis pengalaman dan kontekstual dalam pendidikan ekologi anak usia dini. Dukungan aktif orang tua diperlukan sebagai fasilitator utama proses belajar di rumah.