Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif pada Anak dengan Autisme Melalui Media Lotto Bergambar Prilla Ayu Larasari; Ishak G Bachtiar; Indra Jaya
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1114590.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif terhadap mengucapkan kata benda pada anak dengan autisme melalui penggunaan media lotto bergambar. Subjek dari penelitian ini adalah siswa di SDIT Al-Kamil Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Single Subject Research (SSR) dengan menggunakan desain A-B-A. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes lisan untuk menunjukkan kemampuan pada anak dengan autisme baik sebelum diberikan intervensi, saat diberi intervensi, dan sesudah diberi intervensi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dalam kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media lotto bergambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif dalam mengucapkan kata benda pada anak dengan autisme. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan skor yang didapat oleh anak dengan autisme pada baseline A yaitu skor 3 pada dimensi mengucapkan kata benda pensil dan kursi lalu skor 5 pada dimensi mengucapkan kata benda tas, buku dan meja dari skor maksimal 9. Sedangkan pada tahap baseline A’ perolehan skor tertinggi pada dimensi mengucapkan kata benda tas, buku, dan meja dengan skor 9 dari skor maksimal 9. Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan media lotto bergambar memiliki pengaruh untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif pada anak dengan autisme.
Evaluasi Pelaksanaan Program Pusat Sumber Pendidikan Inklusif di DKI Jakarta Indra Jaya; Aip Badrujaman; Anna Suhaenah Suparno
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.672 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pencapaian implementasi program di pusat sumber daya sekolah pendidikan khusus yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai Pusat Sumber Daya Pendidikan Inklusif. Studi evaluatif ini dilakukan dengan metode mix-methode yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Evaluasi dilakukan dengan model Context, Input, Process, Product and Outcome (CIPPO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Seluruh aspek dan indikator komponen konteks telah memenuhi kriteria; (2) Komponen masukan belum memenuhi kriteria; (3) Proses komponen belum memenuhi kriteria; (4) Komponen produk telah memenuhi kriteria; dan (5) Komponen hasil belum memenuhi kriteria.
Kebutuhan layanan pendidikan khusus di sekolah dasar Bahrudin Bahrudin; Indra Jaya; Cecep Kustandi
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2021): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02021829

Abstract

There is no real data on students who need special service education in elementary schools for the DKI Jakarta area. This study is interested in identifying and analyzing elementary school students who need special service education. This study will determine the real condition of the prevalence of the number of students in elementary schools who need special education services. The research method used is a quantitative approach. The instrument in this study used questions derived from the variable characteristics and characteristics of children with special needs. We collaborated with 14 elementary schools in the Thousand Islands, DKI Jakarta and the number of respondents in this study was 70 teachers. The data analysis technique was carried out by statistical analysis for quantitative. Therefore, the results obtained from a number of questions were asked to respondents and then transferred to the frequency distribution table. The results showed that the special needs most needed by students with special needs are slow learning, learning difficulties and intellectual disorders. The demand for educational services can increase family outreach efforts with schools through communication according to the types of needs of students. Inclusive school environments are ready to change and adapt and consider the needs of all people. The future research is required for an IQ test to ascertain special needs for intellectual disabilities and learning disabilities.
Kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA): Sebuah Kajian Literatur Implementasi dan Dampaknya di Sekolah Dasar Achmad Khomsin; Indra Jaya; Nidya Chandra Muji Utami
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung 2024: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan konsep pendidikan yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan anak, dengan penekanan pada aspek kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial. Fokus utama penelitian adalah memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana SRA dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan siswa di Sekolah Dasar (SD), khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan holistik anak. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur untuk mengumpulkan, menyusun, dan menganalisis sumber-sumber yang relevan, termasuk teks kebijakan, artikel ilmiah, dan penelitian terkait implementasi serta dampak Kebijakan SRA di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dan dampak Sekolah Ramah Anak (SRA) mencapai kasus sukses dengan peningkatan karakter siswa dan lingkungan belajar yang aman. Program informal juga memberikan pencapaian positif, melibatkan kepatuhan terhadap regulasi, fungsi institusi yang lancar, peningkatan kesadaran akan hak-hak anak, dan penurunan tingkat kekerasan. Kesimpulannya, SRA berperan transformatif dalam membentuk perkembangan positif siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menghorma.
Enhancing Higher-Order Thinking Skills in Elementary Science Learning Using the RADEC Model Shinta Sunny Oktadila; Hadi Nasbey; Indra Jaya
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 3 (2025): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i3.10398

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) learning model in improving Higher Order Thinking Skills (HOTS) in science learning of fifth grade elementary school students in Palembang City. This study used an experimental method with a posttest-only control group design. This study involved 48 fifth grade elementary school students in Palembang City who were divided into experimental groups (n = 24) and control groups (n = 24). Data collection was carried out through a HOTS Science test on the material Magnets, Electricity, and Technology for Life. The form of questions used, namely multiple-choice questions and essay questions, has been tested for validity and reliability. The results of the analysis using the t-test showed that there was a significant effect of the RADEC model on improving students' HOTS (sig. 0.028 <0.05). The average HOTS post-test score of the experimental class was higher than the control class (76.96 > 68.25). The findings of the study indicate that RADEC can be implemented as an alternative learning strategy to improve HOTS in elementary science learning.
Optimalisasi Lingkungan Sekitar Rumah Sebagai Sumber Belajar Untuk Pengembangan Kosakata Ekologi Anak Usia Dini Raudhatul Jannah; Nurbiana Dhieni; Indra Jaya
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2314

Abstract

Masih terbatasnya sumber belajar berbasis lingkungan di rumah mendorong perlunya eksplorasi terhadap potensi pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sarana pembelajaran anak usia dini. Lingkungan rumah, baik yang bersifat alami maupun buatan, sesungguhnya memiliki kekayaan unsur ekologis yang dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai kosakata dan konsep dasar ekologi secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemanfaatan lingkungan sekitar rumah sebagai sumber belajar dalam pengembangan kosakata ekologi anak usia 5-6 tahun. Metode dalam studi ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orangtua, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengenalan kosakata ekologi pada anak usia 5-6 tahun melalui eksplorasi lingkungan sekitar rumah melibatkan tiga aspek utama, yaitu: (1) pemanfaatan lingkungan rumah sebagai sumber belajar, (2) interaksi anak dan orang tua dalam penguatan kosakata, dan (3) perkembangan kreativitas serta kemampuan observasi melalui aktivitas berbasis alam. Pada aspek pertama, seluruh subjek penelitian memperoleh kosakata baru seperti tanah, daun, batang, bunga, ikan, dan serangga melalui kegiatan langsung di kebun, halaman, dan sungai. Aktivitas multisensori membantu anak memahami dan mengingat kosakata secara lebih bermakna. Pada aspek kedua, interaksi verbal antara anak dan orang tua berperan penting dalam memperkuat pemahaman anak terhadap istilah ekologis. Dialog spontan dalam aktivitas sehari-hari, seperti saat mengamati hewan atau fenomena alam, memperkaya kemampuan anak menggunakan kosakata ekologi secara kontekstual. Pada aspek ketiga, aktivitas berbasis alam terbukti mendorong kreativitas dan kemampuan observasi anak. Anak mengekspresikan pengalamannya melalui bahasa dan kegiatan imajinatif, seperti menyusun daun atau bercerita tentang hewan yang ditemui. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis pengalaman dan kontekstual dalam pendidikan ekologi anak usia dini. Dukungan aktif orang tua diperlukan sebagai fasilitator utama proses belajar di rumah.