Proses pembelajaran yang masih satu arah dan rendahnya motivasi belajar siswa menjadi masalah penting yang turut mempengaruhi hasil belajar siswa di SD Negeri Inpres Nabarua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penerapan strategi pembelajaran (Problem-Based Learning dan Ekspositori) dan motivasi belajar siswa (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa Kelas IV SD Negeri Inpres Nabarua. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan desain factorial 2x2. Populasi dan sekaligus sampel adalah siswa Kelas IV SD Negeri Inpres Nabarua yang terdiri dari 120 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes pilihan ganda dan angket motivasi belajar yang memenuhi standar validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Analisis Varians Dua Jalur (Two-way Anova) dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas Levene. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa berdasarkan penerapan strategi pembelajaran, motivasi belajar, dan interaksi antara keduanya. Penerapan pendekatan PBL lebih unggul dan lebih sesuai untuk meningkatkan hasil belajar siswa, siswa yang motivasi belajarnya lebih tinggi mencapai hasil belajar lebih unggul, lebih aktif, dan lebih mandiri, dan terdapat interaksi yang bermakna antara penerapan PBL dan motivasi belajar siswa-siswa yang diberi penerapan PBL sekaligus memiliki motivasi belajar yang lebih besar memperoleh hasil belajar yang paling maksimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis mengenai penerapan PBL dan motivasi belajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga dapat berguna bagi guru, siswa, dan para pemangku kepentingan terkait. Dengan demikian, proses belajar lebih bermakna, siswa lebih mampu mencapai tujuan pembelajaran, dan kualitas hasil belajar juga lebih maksimal.