Nurkolis
Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Komunitas Sekolah dalam Optimalisasi Sumber Daya Internal di Sekolah Dasar Sari Mahfiroh; Siti Wahyuningsih; Suko Lisnanto; Nurkolis
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2631

Abstract

Tantangan globalisasi menuntut sekolah mengoptimalkan sumber daya terbatas demi pendidikan berkualitas. Potensi komunitas sekolah, meliputi guru, siswa, orang tua, alumni, dan masyarakat, sering terabaikan padahal krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta menjadi sumber inovasi. Penelitian ini mengkaji peran kunci komunitas sekolah dalam optimalisasi sumber daya internal, serta strategi pelibatan efektif dan dampaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mewawancarai guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa di SD Negeri Jetaksari 1 untuk memahami dinamika interaksi komunitas dan dampaknya pada pemanfaatan sumber daya. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi kolaborasi, peran dalam ekstrakurikuler, dan dukungan finansial/material. Hasil penelitian menunjukkan komunitas SD Negeri Jetaksari 1 berperan vital dalam mendukung pendidikan, meningkatkan partisipasi orang tua, dan menciptakan lingkungan belajar positif. Program "Orangtua Mengajar" bahkan memperkaya pengalaman siswa. Strategi pelibatan efektif meliputi komunikasi terbuka, pelibatan masyarakat dalam kegiatan belajar mengajar, pelatihan, dan pemanfaatan teknologi. Optimalisasi sumber daya melalui komunitas ini berdampak positif signifikan pada peningkatan kualitas pendidikan, motivasi siswa, pengembangan karakter, serta hubungan harmonis antara sekolah dan masyarakat di SD Negeri Jetaksari 1.
Strategi Peningkatan Kualitas Lulusan SMK Melalui Uji Sertifikasi Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi Suko Lisnanto; Nurkolis; Rosalina Br. Ginting
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3828

Abstract

Peningkatan kualitas lulusan SMK menjadi tuntutan utama dalam menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang semakin kompetitif. Salah satu strategi yang diterapkan oleh SMK Negeri 1 Purwodadi adalah pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi yang terintegrasi dengan pembelajaran Teaching Factory. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi peningkatan kualitas lulusan melalui Uji Sertifikasi Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi yang didukung oleh pembelajaran Teaching Factory. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, ketua LSP, guru produktif, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran Teaching Factory dalam proses pembelajaran produktif mampu meningkatkan kesiapan kompetensi peserta didik secara nyata sebelum mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi. Pembelajaran berbasis produksi dan jasa yang menyerupai kondisi industri memberikan pengalaman kerja autentik, sehingga peserta didik lebih siap menghadapi standar kompetensi yang diuji oleh LSP. Selain itu, dukungan manajemen sekolah, kemitraan dengan DUDI, serta peningkatan kompetensi guru menjadi faktor pendukung keberhasilan strategi tersebut. Dengan demikian, pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi yang didukung pembelajaran Teaching Factory terbukti efektif sebagai strategi peningkatan kualitas lulusan SMK Negeri 1 Purwodadi, baik dari aspek kompetensi, daya saing, maupun pengakuan industri.