Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mendukung implementasi kurikulum as-sunnah berbasis penguatan karakter religius di SDIT Asy Syafii Jakarta Timur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral peserta didik di era digital yang menuntut sekolah untuk tidak hanya fokus pada aspek kognitif tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual melalui kurikulum khas berbasis sunnah Nabi Muhammad shalallahu’alaihiwasallam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunkukkan bahwa kepala sekolah berperan sentral sebagai inisiator dan pengarah dalam perumusan, pelaksanaan, supervisi, dan evaluasi kurikulum as-sunnah. Kepemimpinan kepala sekolah mengintegrasikan gaya transformsional dan spiritual dengan menekankan pada visi religius, pembinaan guru, dan penguatan budaya sekolah berbasis sunnah. Kurikulum as-sunnah terbukti efektif membentuk karakter religius siswa melalui pembiasaan praktik ibadah dan adab harian. Strategi evaluasi bersifat partisipatif dan berkelanjutan yang menciptakan sinergi antara kepala sekolah dan guru dalam menjaga keberlangsungan program. Temuan ini memperkuat teori konkrit kepemimpinan transformasional dan spiritual dalam konteks pendidikan Islam serta memberikan model kurikulum berbasis nilai yang dapat direplikasi oleh sekolah lain.