Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kesadaran bahwa motivasi belajar mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga sangat bergantung pada dukungan eksternal seperti lingkungan belajar dan peran orang tua. Lingkungan akademik yang kondusif dengan fasilitas memadai, suasana kampus yang nyaman, serta interaksi yang baik antara dosen dan mahasiswa diyakini mampu meningkatkan semangat belajar. Demikian pula, dukungan orang tua melalui perhatian, dorongan moral, maupun pemenuhan kebutuhan akademik menjadi fondasi penting yang mendorong mahasiswa untuk tetap berkomitmen dalam proses belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar memiliki peran dominan dalam meningkatkan motivasi maupun kepuasan belajar mahasiswa, sedangkan dukungan orang tua lebih kuat pengaruhnya terhadap pembentukan motivasi dibandingkan kepuasan belajar. Temuan lain juga mengindikasikan bahwa kepuasan belajar tidak selalu menjadi jembatan yang efektif dalam memperkuat hubungan antara faktor eksternal dan motivasi. Dengan demikian, motivasi mahasiswa lebih banyak dipengaruhi oleh pengalaman nyata yang mereka temukan di lingkungan akademik serta dukungan langsung dari keluarga.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penciptaan lingkungan belajar yang kondusif serta keterlibatan orang tua secara konsisten merupakan kunci penting untuk membentuk mahasiswa yang termotivasi dan berprestasi. Selain memberikan kontribusi teoritis dalam memperluas pemahaman tentang faktor eksternal yang memengaruhi motivasi, penelitian ini juga menawarkan implikasi praktis bagi perguruan tinggi dan keluarga untuk bersinergi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkualitas.