Faqih Syifa
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Resiliensi Akademik Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab dalam Penyusunan Tugas Akhir Berbahasa Arab Faqih Syifa; Ahmad Arifi; Zamakhsari; Adhi Setiyawan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3334

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk resiliensi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) angkatan 2020 dalam proses penyelesaian tugas akhir berbahasa Arab. Fenomena ini muncul karena mahasiswa PBA menghadapi kombinasi tekanan linguistik, tantangan psikologis, dan beban akademik yang lebih kompleks daripada penulisan tugas akhir berbahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi untuk menggali secara mendalam pengalaman subjektif satu narasumber selama menjalani proses penyusunan skripsi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika emosional pada tahap awal penulisan ditandai oleh pergulatan antara rasa takut, cemas, dan semangat, yang menjadi fondasi pembentukan resiliensi akademik. Hambatan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan kosakata, kesulitan merangkai kalimat sesuai kaidah bahasa Arab, minimnya referensi, serta tekanan mental akibat kebuntuan ide dan revisi berulang. Narasumber menerapkan berbagai strategi adaptif, seperti berdiskusi dengan teman, menetapkan target harian, membangun komitmen pribadi, mencari bantuan ahli bahasa, dan melakukan penyesuaian diri terhadap keterbatasan lingkungan penelitian. Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan dosen pembimbing, serta kekuatan internal berupa tekad, pengelolaan waktu, dan motivasi diri, terbukti menjadi faktor protektif utama dalam memperkuat ketahanan akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi akademik mahasiswa PBA berkembang melalui interaksi antara tekanan eksternal dan proses refleksi internal. Selain memberikan kontribusi konseptual bagi kajian resiliensi dalam konteks PBA, penelitian ini juga menyarankan perlunya pelatihan penulisan dan penguatan sistem bimbingan sebagai langkah institusional untuk mendukung mahasiswa dalam menghadapi tantangan linguistik dan psikologis selama penyusunan tugas akhir.