Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepemimpinan Sekolah Transformasional: Menumbuhkan Inovasi dan Budaya Mutu Pendidikan Enih Sulastri; Sri Wartini
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3523

Abstract

Pergeseran global menuju Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut ekosistem pembelajaran yang inovatif dan adaptif. Terlepas dari penerapan Kurikulum Merdeka di Indonesia, sekolah menghadapi penolakan guru dan inisiatif inovasi yang terbatas. Tujuan: Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji bagaimana kepemimpinan sekolah transformasional secara bersamaan mendorong inovasi pembelajaran dan membangun budaya berkualitas dalam lingkungan pendidikan Indonesia. Metode: Mengikuti pedoman PRISMA, kami melakukan tinjauan sistematis kualitatif terhadap 15 artikel peer-review dari Google Scholar dan Open Knowledge Maps (2017-2025), menggunakan analisis tematik untuk mensintesis temuan tentang dampak ganda kepemimpinan transformasional. Hasil: Kepemimpinan transformasional bertindak sebagai katalis dengan (1) memberikan dukungan struktural (sumber daya, lingkungan yang aman) dan (2) memicu motivasi intrinsik dan pengembangan kapasitas guru. Tujuh mekanisme utama mendorong inovasi pembelajaran: pengembangangan strategi kreatif, penciptaan lingkungan yang mendukung, peningkatan kompetensi profesional, membangun kepercayaan diri guru, pembentukan pembelajaran adaptif, pengembangan karakter inovatif, dan dukungan eksplorasi eksplisit. Tujuh mekanisme membangun budaya mutu: lingkungan belajar holistik, pembentukan budaya mutu PAUD, peningkatan motivasi guru, peningkatan kompetensi dan infrastruktur, strategi mutu terintegrasi, kolaborasi praktik terbaik, dan penguatan budaya sekolah yang positif. Kesimpulan: Kepemimpinan transformasional secara efektif mengintegrasikan pengembangan sumber daya manusia dengan penguatan lingkungan organisasi, berfungsi sebagai strategi tujuan ganda yang penting untuk meningkatkan kreativitas pedagogis dan memastikan kualitas pendidikan holistik. Implikasi: Pembuat kebijakan pendidikan harus memprioritaskan program pelatihan kepemimpinan transformasional untuk mencapai inovasi berkelanjutan dan peningkatan kualitas.