Aida Nurul Hikmah
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Living Qur’an Melalui Kegiatan Pembiasaan Keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Aida Nurul Hikmah; Abdullah Abdullah; Saiful Lutfi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3614

Abstract

Living Qur’an merupakan pendekatan yang menempatkan Al-Qur’an sebagai nilai yang dihidupkan melalui praktik membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan formal, Living Qur’an berperan strategis dalam internalisasi nilai-nilai Qur’ani agar tercermin dalam karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji Implementasi Living Qur’an di MTs Hidayatul Muhajirin Palangka Raya dengan fokus pada bentuk pelaksanaan, faktor pendukung, dan hambatan dalam pembentukan karakter religius siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan meliputi kepala madrasah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan kodensasi data, presentasi data, dan inferensi/validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Living Qur’an di MTs Hidayatul Muhajirin Palangka Raya diimplementasikan dalam kegiatan pembiasaan keagamaan baik dari ekstrakurikuler dan intrakurikuler melalui tiga aspek utama, yaitu pembacaan (qirā’ah) dan tahfidz Al-Qur’an yang terintegrasi dengan salat dhuha berjamaah, pemahaman (fahm) ayat melalui pembelajaran Al-Qur’an Hadits secara kontekstual, serta pengamalan (tajrībah) nilai-nilai Qur’ani dalam perilaku keseharian siswa. Implementasi ini didukung oleh kebijakan madrasah yang konsisten, keteladanan pendidik, partisipasi siswa, serta sarana prasarana yang memadai, dan berdampak positif terhadap kedisiplinan, kebiasaan ibadah, sopan santun, serta budaya religius madrasah. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu akibat padatnya kurikulum dan belum optimalnya dukungan orang tua di lingkungan keluarga.