Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat mahasiswa untuk melanjutkan studi melalui program fast track, meskipun program tersebut memberikan peluang percepatan studi dan peningkatan kualifikasi akademik. Rendahnya minat tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, seperti tingkat kepercayaan diri akademik (self-efficacy), kondisi lingkungan belajar, prestasi belajar, serta motivasi belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh self-efficacy, lingkungan belajar, dan prestasi belajar terhadap minat melanjutkan studi fast track, serta pengaruh tidak langsungnya melalui motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada mahasiswa, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Sampel penelitian terdiri atas mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy, lingkungan belajar, dan prestasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar serta minat melanjutkan studi fast track. Selain itu, motivasi belajar terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara self-efficacy, lingkungan belajar, dan prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi fast track. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal mahasiswa berkontribusi penting dalam membentuk motivasi belajar dan minat melanjutkan studi ke jenjang magister melalui program fast track. Dengan demikian, penguatan kepercayaan diri akademik, penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, serta peningkatan prestasi belajar menjadi aspek strategis dalam upaya meningkatkan partisipasi mahasiswa pada program fast track di perguruan tinggi.