Pendidikan abad ke-21 menuntut integrasi antara kompetensi akademik dengan pembentukan karakter yang kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai profetik dalam memperkuat pendidikan karakter religius di sekolah dasar dalam konteks pendidikan abad ke-21. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020, menganalisis 23 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dari 1.205 artikel yang teridentifikasi melalui empat basis data akademik (Google Scholar, Publish or Perish, Web of Science, dan ScienceDirect) periode 2022-2025. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik dengan software NVivo 12, dan penilaian kualitas menggunakan instrumen CASP, Downs & Black, dan MMAT dengan skor minimal 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat nilai profetik utama Shiddiq (91,3%), Amanah (82,6%), Tabligh (73,9%), dan Fathonah (87%) menjadi pilar fundamental pembentukan karakter religius yang terintegrasi dalam tiga dimensi: humanisasi, liberasi, dan transendensi. Lima strategi implementasi efektif teridentifikasi: keteladanan (95,7%), pembiasaan (87%), integrasi kurikulum (78,3%), budaya sekolah (69,6%), dan kolaborasi tripusat pendidikan (65,2%), dengan keteladanan guru berkontribusi 76% (R²=0.76) terhadap pembentukan karakter. Dampak positif implementasi mencakup aspek spiritual (87%), moral (91,3%), sosial (78,3%), akademik (69,6%), dan emosional (60,9%). Nilai-nilai profetik terbukti tidak bertentangan dengan kompetensi 4C abad ke-21, melainkan memperkuatnya dengan korelasi r=0.81. Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru (73,9%), minimnya dukungan orang tua (65,2%), dan pengaruh media digital (60,9%), namun terdapat peluang melalui dukungan kebijakan pemerintah (82,6%) dan komitmen sekolah (78,3%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan profetik memiliki potensi besar mengintegrasikan nilai religius dengan tuntutan kompetensi global, menciptakan generasi yang unggul akademik dan berkarakter moral-spiritual kokoh.