Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Mustika Hana Harahap; Rena Afri Ningsih; T Hartian SN; Andriani Andriani; Siska Mulyani; Hamidah Sari Batubara
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.51

Abstract

Abstrak (Indonesia): Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan bagian integral dari program kesehatan dan keluarga berencana di Indonesia. Remaja merupakan salah satu sasaran dalam kesehatan reproduksi. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dimana pada masa tersebut banyak terjadi perubahan baik fisik maupun psikis. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan, kondisi dimana remaja sehat secara sosial, fisik, mental, yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi reproduksi dan peran reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa MTs. Muhammadiyah 02 Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media power point dapat digunakan untuk menambah pengetahuan. Melalui kegiatan ini, disarankan agar informasi kesehatan reproduksi terus disampaikan kepada siswi. Kegiatan ini berjalan dengan lancer dan peserta kegiatan mengikuti dengan serius dan antusias.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Pentingnya Program Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Sail Pekanbaru Dewinny Septalia Dale; Hamidah Sari Batubara; Chica Rahmadani Putri
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i5.202

Abstract

Program Keluarga Berencana merupakan upaya strategis yang memungkinkan masyarakat mengatur kelahiran anak dan jarak kehamilan melalui penggunaan metode kontrasepsi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang. Cakupan AKDR dan AKBK masing-masing hanya 7,4%, MOW 2,7%, dan MOP 0,5%, jauh di bawah target RPJMN sebesar 66%. Di Provinsi Riau, cakupan KB aktif baru mencapai 51,5%, dengan dominasi penggunaan kontrasepsi jangka pendek (suntik dan pil) mencapai 80%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman dan penerapan program Keluarga Berencana (KB). Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024, analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan chi-squer dengan sampel yaitu wanita usia subur (WUS). Hasil penelitian ini didapatkan yaitu dari 30 responden wanita usia subur (WUS) pada pengetahuan ibu didapatkan nilai  p-value 0,020 dan sikap p-value 0,003, yang artinya terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang pentingnya program keluarga berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Sail Pekanbaru. Saran pentingnya pengetahuan mengenai keluarga berencana tidak hanya sebatas pada pemahaman tentang kontrasepsi, tetapi juga mencakup informasi terkait risiko kesehatan dari kehamilan yang terlalu dekat atau terlalu banyak.
EDUKASI TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Mustika Hana Harahap; Rena Afri Ningsih; T Hartian SN; Andriani Andriani; Siska Mulyani; Hamidah Sari Batubara
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.51

Abstract

Abstrak (Indonesia): Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan bagian integral dari program kesehatan dan keluarga berencana di Indonesia. Remaja merupakan salah satu sasaran dalam kesehatan reproduksi. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dimana pada masa tersebut banyak terjadi perubahan baik fisik maupun psikis. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan, kondisi dimana remaja sehat secara sosial, fisik, mental, yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi reproduksi dan peran reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa MTs. Muhammadiyah 02 Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media power point dapat digunakan untuk menambah pengetahuan. Melalui kegiatan ini, disarankan agar informasi kesehatan reproduksi terus disampaikan kepada siswi. Kegiatan ini berjalan dengan lancer dan peserta kegiatan mengikuti dengan serius dan antusias.
The Effectiveness of The Teenagers' Friends Website Educational Media to Improve Teenagers' Knowledge About Free Sex at State Vocational School 8 Pekanbaru Dewinny Septalia Dale; Intan Maharani; Hamidah Sari Batubara; Andriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2141

Abstract

Premarital sex refers to sexual behavior between two individuals who are not legally married and is frequently found among adolescents due to a lack of knowledge and comprehensive sexual education. A preliminary survey at SMK Negeri 8 Pekanbaru revealed cases of pregnancy outside marriage. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of a website-based educational medium in improving adolescents’ knowledge about premarital sex at SMK Negeri 8 Pekanbaru. Methods: This study employed a pre- experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. A total of 67 tenth- grade students were selected through total sampling. Data were collected using aquestionnaire administered before and after the educational intervention delivered through the "Teman Remaja" website. Results: Findings showed that prior to the intervention, most respondents had fair to poor knowledge levels (24 students; 35.8%). After the intervention, knowledge levels improved, with 47 students (70.1%) reaching a good level. A paired samplet-test revealed a p-value <0.001, indicating a significant difference in knowledge levels before and after the intervention. Conclusion: The "Teman Remaja" website-based education effectively improved adolescents’ knowledge about premarital sex and can serve as an alternative strategy for promoting adolescent reproductive health, with potential for further development through extended and sustainable implementation. (250 Word), (Georgia 11 with 1,15 space).