Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI PEMERIKSAAN GULA DARAH PUASA DENGAN METODE SEDERHANA BAGI MASYARAKAT DI POSBINDU PTM: SOSIALISASI PEMERIKSAAN GULA DARAH PUASA DENGAN METODE SEDERHANA BAGI MASYARAKAT DI POSBINDU PTM Amril Purba; Sri Sudewi Praitiwi Sitio; Rostiodertina Girsang; Selamat Ginting; Hariati -; Friska Ernita Sitorus
Pengabdian Deli Sumatera Vol 4 No 1 (2025): Artikel Pengabdian Juli 2025
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) menjadi salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat. Di Indonesia, prevalensi DM terus melonjak, sering kali tanpa disadari oleh penderitanya karena kurangnya skrining dan deteksi dini. Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan wadah strategis di tingkat masyarakat untuk melaksanakan kegiatan preventif dan promotif kesehatan, termasuk skrining gula darah. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat di Posbindu PTM dalam melakukan pemeriksaan gula darah puasa dengan metode sederhana. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini mencakup sosialisasi interaktif, demonstrasi langsung, dan praktik mandiri. Peserta diberikan pemahaman teoretis tentang DM dan pentingnya gula darah puasa, diikuti dengan demonstrasi penggunaan alat glukometer, serta sesi praktik mandiri di bawah bimbingan tim pelaksana. Hasil dan Dampak: Penelitian ini melibatkan 20 pasien di Posbindu PTM. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pemeriksaan metode glukometer (rata-rata 227,45 mg/dl) yang cenderung lebih tinggi dibandingkan metode GOD-PAP (rata-rata 206,15 mg/dl). Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi individu dengan kadar gula darah di atas normal dan menekankan pentingnya penggunaan glukometer sebagai alat screening awal. Kesimpulan: Sosialisasi pemeriksaan gula darah puasa di Posbindu PTM efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam deteksi dini DM. Pendekatan dengan metode sederhana dan praktik langsung terbukti lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Metode stik sangat sesuai untuk monitoring mandiri dan pemeriksaan cepat di lapangan, sementara GOD-PAP tetap menjadi standar diagnosis.