Depot air minum isi ulang merupakan salah satu UMKM yang paling banyak dijumpai di Kota Makassar, termasuk di kawasan Tamangapa, Kecamatan Manggala. Sebagian besar depot di kawasan ini masih mengandalkan proses pengisian galon secara manual yang menuntut operator memantau setiap siklus pengisian dari awal hingga selesai. Praktik ini berdampak pada panjangnya waktu pengisian, rendahnya akurasi volume, pemborosan air, serta ketergantungan penuh pada kehadiran operator. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang, membangun, dan mengimplementasikan sistem otomasi pengisian galon berbasis mikrokontroler ESP32 yang diintegrasikan dengan sensor aliran air YF-S201, modul relay, dan pompa air pada mitra UMKM depot air minum isi ulang. Kegiatan dilaksanakan selama satu minggu (5–10 Mei 2026) melalui empat tahap, yaitu survei lapangan dan identifikasi kebutuhan adaptasi, adaptasi sistem dan instalasi, pelatihan dan pendampingan mitra, serta evaluasi dampak operasional. Kalibrasi flow sensor secara gravimetri di lokasi menghasilkan faktor konversi 450 pulsa per liter dengan tingkat akurasi 99,68%. Penerapan sistem berdampak nyata terhadap kinerja operasional mitra, ditandai dengan berkurangnya waktu pemantauan aktif operator sebesar 86,9%, peningkatan kapasitas pengisian harian sebesar 47,4% (dari 95 menjadi 140 galon), peningkatan akurasi volume sebesar 92,5%, serta penurunan pemborosan air dari 15,2 liter menjadi 1,8 liter per hari yang setara dengan penghematan Rp 360.000–450.000 per bulan. Fitur pemantauan nirkabel berbasis Wi-Fi bawaan ESP32 memungkinkan pemilik memantau proses pengisian secara real-time dari jarak hingga 18 meter. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan teknologi tepat guna yang terjangkau dan dapat dikelola secara mandiri mampu meningkatkan efisiensi operasional UMKM depot air minum isi ulang.