Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Branding Strategy to Improve the Competitiveness of Omah Batik Nusantara MSMEs in Modern Market: Strategi Branding untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Omah Batik Nusantria di Pasar Modern Aileena Solicitor Costa Rica El Chidtian; Pungky Febi Arifianto; Dita Megasari
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik, as Indonesia's cultural heritage, has become an important part of people's lives and drives the growth of the batik industry, including MSMEs such as Omah Batik and Ecoprint Nusantria. These MSMEs face major challenges in terms of weak branding, inconsistent visual identity, and less than optimal use of digital marketing, making it difficult to compete in an increasingly competitive market. To overcome this, a consistent branding strategy and maximum use of social media can help improve branding quality and expand market share. Community service activities at Omah Batik and Ecoprint Nusantria involve discussions, site reviews, counseling, consultations, training, and mentoring to improve understanding of visual branding, packaging design, and digital marketing. The results of the community service show that strengthening the branding of Omah Batik and Ecoprint Nusantria can be done by improving a consistent and authentic visual identity, as well as improving social media management to strengthen brand awareness. Improvements are made by focusing on a more attractive logo design and relevant Instagram content.
Perancangan Desain Karakter Nagasesa: Makhluk Mitologi Indonesia Sang Dewa Penyangga Dunia Muhammad Rizal Haris; Aninditya Daniar; Pungky Febi Arifianto
Journal of Animation and Games Studies Vol 12, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jags.v12i1.19687

Abstract

Nagasesa atau Sanghyang Anantaboga merupakan makhluk mitologi Indonesia yang memiliki peran penting sebagai Dewa Penyangga Dunia dalam kosmologi pewayangan, namun eksistensinya masih kurang dikenal dibandingkan tokoh mitologi lainnya. Perancangan ini bertujuan untuk merancang desain karakter Nagasesa yang relevan dengan audiens masa kini tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat pada tokoh tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) melalui wawancara, observasi, dan kuesioner untuk memperoleh data naratif, visual, serta preferensi audiens. Wawancara dilakukan dengan dalang dan ilustrator, sementara observasi dilaksanakan di Goa Ontoboego sebagai situs yang berkaitan dengan Antaboga. Proses perancangan menggunakan metode Manga Matrix yang meliputi Form Matrix, Costume Matrix, dan Personality Matrix untuk membangun karakter secara sistematis dari aspek bentuk, atribut visual, dan kepribadian. Hasil perancangan berupa karakter Nagasesa bergaya anime chibi dengan dominasi warna hijau dan emas yang merepresentasikan identitas budaya sekaligus pendekatan visual modern. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi media pendukung revitalisasi cerita rakyat Indonesia melalui representasi visual yang komunikatif, menarik, dan mudah diingat oleh generasi muda
Perancangan Ulang Brand Identity Olive Mart sebagai Usaha Berkembang di Bidang Ritel Timo Reyhan Iskandar; Pungky Febi Arifianto; Aryo Bayu Wibisono
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i2.13036

Abstract

Minimarket merupakan salah satu bentuk usaha di bidang ritel yang berfokus pada penyediaan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat luas. Salah satu bisnis yang bergerak dalam bidang tersebut adalah Olive Mart. Dalam perkembangan pasar ritel saat ini, minimarket tidak hanya berfungsi sebagai tempat memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga menghadirkan nilai tambah seperti area duduk, serta penyediaan makanan dan minuman cepat saji. Oleh karena itu, Olive Mart perlu memperkuat brand awareness agar mampu menonjolkan keunggulan dan karakteristik yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan metode design thinking dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas visual lama Olive Mart masih kurang konsisten dan belum mampu merepresentasikan citra merek secara optimal. Melalui pengembangan elemen identitas visual seperti logo baru, tipografi, dan palet warna yang lebih profesional serta relevan dengan target pasar, Olive Mart diharapkan dapat memperkuat persepsi positif konsumen, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa proses rebranding berbasis riset merupakan langkah strategis bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan pasar di era digital serta meningkatkan keberlanjutan bisnis.