Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam menjaga kesejahteraan individu, terutama bagi para pekerja industri yang memiliki beban kerja tinggi serta akses informasi kesehatan yang terbatas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku pencegahan pada pekerja industri di Kota Medan mengenai sistem reproduksi sehat dan pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS). Kegiatan dilaksanakan melalui metode edukasi partisipatif berupa ceramah interaktif, penggunaan media audiovisual, diskusi kelompok, serta demonstrasi praktik. Sebanyak 65 pekerja dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kesediaan serta keterwakilan dari beberapa unit industri. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta umpan balik peserta. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap anatomi reproduksi, faktor risiko IMS, serta langkah-langkah pencegahan. Skor post-test meningkat rata-rata 76%, menggambarkan efektivitas intervensi edukasi ini. Peserta juga menunjukkan kesadaran lebih tinggi tentang pentingnya deteksi dini, praktik seksual aman, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengurangi stigma serta miskonsepsi terkait IMS yang selama ini menghambat perilaku mencari pertolongan medis. Diskusi dengan peserta mengungkap bahwa model pelatihan berbasis tempat kerja diterima dengan baik dan dinilai relevan dengan konteks keseharian mereka. Program ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang terstruktur mampu memperkuat perilaku perlindungan diri dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat. Disarankan agar pihak industri menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkala bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memastikan keberlanjutan dampak dan perubahan perilaku jangka panjang.