Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Perawatan Payudara dengan Produksi ASI pada Ibu Nifas Faradita Wahyuni; Pratiwi Lumbantobing; Yuni Vivi Santri P.; Selly M. Pasaribu
Faletehan Health Journal Vol 9 No 03 (2022): Faletehan Health Journal, November 2022
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v9i3.485

Abstract

Breast care is urgent during pregnancy until breastfeeding. Many important things need to do to breastfeed; one of them is to provide a breast care performed when pregnancy reaches 28 weeks or after the completion of labor because it relates to breast milk production. This study aimed to determine the relationship of breast care with breast milk production among postpartum mothers. The type of the research was analytical survey with cross-sectional approach, covering independent variables and dependent variables which were collected and measured at the same time. The populations of this study were 30 people and the samples were 30 people. The data were analyzed by using chi-square test. The data analysis obtained the calculation result of ρ value 0.002 (<0.05). The researchers concluded that there was a relationship between breast care and breast milk production among postpartum mothers. The research results could be a guideline for health educators to do a breast care promotion to mothers with low milk supply.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN REMAJA PUTRA DAN PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 PERBAUNGAN Lubis, Halimatussakdiyah; Novi Susanti; Henni Safrida Sitompul; Faradita Wahyuni; Fery Arjuna Sembiring
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 1 (2025): September 2025 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i1.18

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putra dan putri di SMA Negeri 1 Perbaungan tentang kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pembagian media edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan sikap positif peserta terhadap isu kesehatan reproduksi. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan remaja di lingkungan sekolah.
EDUKASI SISTEM REPRODUKSI SEHAT DAN PENCEGAHAN IMS BAGI KOMUNITAS PEKERJA INDUSTRI KOTA MEDAN Faradita Wahyuni; Fary Arjuna Sembiring; Fatimah Azzahra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam menjaga kesejahteraan individu, terutama bagi para pekerja industri yang memiliki beban kerja tinggi serta akses informasi kesehatan yang terbatas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku pencegahan pada pekerja industri di Kota Medan mengenai sistem reproduksi sehat dan pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS). Kegiatan dilaksanakan melalui metode edukasi partisipatif berupa ceramah interaktif, penggunaan media audiovisual, diskusi kelompok, serta demonstrasi praktik. Sebanyak 65 pekerja dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kesediaan serta keterwakilan dari beberapa unit industri. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta umpan balik peserta. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap anatomi reproduksi, faktor risiko IMS, serta langkah-langkah pencegahan. Skor post-test meningkat rata-rata 76%, menggambarkan efektivitas intervensi edukasi ini. Peserta juga menunjukkan kesadaran lebih tinggi tentang pentingnya deteksi dini, praktik seksual aman, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengurangi stigma serta miskonsepsi terkait IMS yang selama ini menghambat perilaku mencari pertolongan medis. Diskusi dengan peserta mengungkap bahwa model pelatihan berbasis tempat kerja diterima dengan baik dan dinilai relevan dengan konteks keseharian mereka. Program ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang terstruktur mampu memperkuat perilaku perlindungan diri dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat. Disarankan agar pihak industri menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkala bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memastikan keberlanjutan dampak dan perubahan perilaku jangka panjang.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN REMAJA PUTRA DAN PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 PERBAUNGAN Halimatussakdiyah Lubis; Faradita Wahyuni; Cindy Cristi Munthe
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurangnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi masih menjadi masalah penting yang dapat mempengaruhi perilaku, kesiapan mental, serta risiko terjadinya masalah kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putra dan putri di SMA Negeri 1 Perbaungan mengenai kesehatan reproduksi secara komprehensif. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi yang benar dan mudah dipahami serta membentuk sikap positif terhadap perilaku reproduksi sehat. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada siswa mengenai pubertas, fungsi organ reproduksi, personal hygiene, pencegahan infeksi menular seksual, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Selain itu, siswa menunjukkan antusias tinggi dan keberanian lebih besar untuk bertanya mengenai isu reproduksi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan sikap positif remaja terhadap kesehatan reproduksi. Kesimpulannya, edukasi yang terstruktur dan interaktif mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk perilaku sehat di kalangan remaja. Disarankan agar pihak sekolah mengadakan program edukasi lanjutan secara berkala serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan informasi yang diterima siswa tetap relevan, akurat, dan berkesinambungan.