Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENYIMPANAN SEDIAAN VAKSIN DI PUSKESMAS BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Maulidella Maulidella; Nurul Zikrina; Nurhayati Nurhayati; Silmi Kaffah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksin merupakan produk kesehatan yang mudah rusak dan kehilangan efektifitasnya jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyimpanan sediaan vaksin di puskesmas Baitussalam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan dan pengelolaan vaksin yang dilakukan oleh petugas di Puskesmas Baitussalam Aceh Besar belum efektif dan belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin difasyankes tahun 2021. Petugas penyimpanan vaksin memiliki latar pendidikan di bidang kesehatan. Namun, belum mendapatkan pelatihan khusus tentang penyimpanan dan pengelolaan vaksin. Pernah terjadi kadaluarsa pada vaksin. Vaksin sisa pakai disimpan dalam tempat yang sama tanpa diberi penanda yang jelas. Kondisi rantai dingin yang digunakan sudah memadai dan di kelola sesuai SOP. Bangunan dan fasilitas yang digunakan sudah memadai.
POTENSI TANAMAN OBAT TRADISIONAL ACEH SEBAGAI SUMBER KANDIDAT FITOFARMAKA BERBASIS BUKTI ILMIAH Maulidella Maulidella; Syarifah Yanti Astryna; Silmi Kaffah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5738

Abstract

Provinsi Aceh memiliki kekayaan biodiversitas dan tradisi etnofarmakologi yang berpotensi dikembangkan menjadi fitofarmaka berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi serta menganalisis potensi bioaktivitas tanaman obat tradisional Aceh melalui pendekatan systematic literature review terhadap publikasi tahun 2010–2026. Sebanyak 25 spesies dari 13 famili teridentifikasi memiliki kandungan metabolit sekunder dominan berupa flavonoid (88%), terpenoid (72%), dan senyawa fenolik (64%). Aktivitas biologis yang paling banyak dilaporkan meliputi antioksidan (100%), antiinflamasi (80%), antimikroba (72%), antikanker (60%), dan antidiabetes (40%). Temuan ini menegaskan potensi strategis tanaman obat Aceh sebagai sumber kandidat fitofarmaka nasional berbasis biodiversitas lokal.
FORMULASI DAN EVALUASI BODY LOTION BERBAHAN DASAR EKSTRAK BUAH NAGA ( Selenicereus undatus ) DAN EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) UNTUK PERAWATAN KULIT KERING Maulidella Maulidella; Ainurrahmah Masdar; Nurhayati Nurhayati; Silmi Kaffah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5199

Abstract

Latar Belakang: Kulit kering merupakan permasalahan umum yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman seperti gatal, bersisik, dan kaku, yang dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal. Upaya perawatan kulit kering dapat dilakukan dengan formulasi kosmetik berbahan dasar alami, salah satunya dengan memanfaatkan ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang kaya antioksidan (flavonoid dan vitamin C) dan lidah buaya (Aloe vera) yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, serta humektan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi formulasi body lotion berbahan dasar ekstrak buah naga merah dan lidah buaya sebagai solusi alami dalam perawatan kulit kering.Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan empat variasi formulasi: F0 (kontrol), F1, F2, dan F3 dengan konsentrasi kombinasi ekstrak yang berbeda. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, uji iritasi, dan uji kesukaan terhadap panelis. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA.Hasil: Seluruh sediaan berbentuk emulsi cair berwarna coklat muda  hingga coklat pekat, berbau khas, dan homogen. Nilai pH berada pada rentang 4,7–5,13, sesuai dengan pH kulit. Daya sebar berkisar 5,5–5,7 cm, berada dalam rentang ideal (5–7 cm). Uji iritasi menunjukkan tidak ada reaksi kemerahan, gatal, atau iritasi pada semua formulasi. Uji kesukaan menunjukkan F3 paling disukai dengan skor warna (4,35), aroma (4,15), dan bentuk (4,3). Uji efektivitas menunjukkan F3 memiliki kemampuan melembapkan kulit terbaik dengan rata-rata skor 4,25 dan hasil signifikan (p = 0,049).Kesimpulan: Formulasi body lotion F3 dengan kombinasi ekstrak buah naga merah 7% dan lidah buaya 10% merupakan formula paling efektif dan aman untuk digunakan sebagai body lotion alami untuk kulit kering. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan kosmetik berbahan alami yang aman, efektif, dan ramah lingkungan.