Penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan masih menjadi kebiasaan masyarakat meskipun diketahui memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Styrofoam sulit terurai, mencemari ekosistem, serta mengandung senyawa kimia berbahaya seperti stirena yang dapat berisiko bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Dusun Pondok Purnawira mengenai bahaya styrofoam dan memperkenalkan kotak serat bambu sebagai solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, penyuluhan, demonstrasi, dan survei menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat kesadaran masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi. Kegiatan edukasi dilakukan melalui Sosialisasi secara Door to Door mengenai bahayanya Styrofoam dan pengenalan Kotak Serat Bambu sebagai solusi Ramah Lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan sosialisasi, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai dampak negatif styrofoam dan manfaat penggunaan kotak serat bambu. Sebelum sosialisasi, sebagian besar masyarakat belum mengetahui bahaya styrofoam bagi kesehatan dan lingkungan. Setelah diberikan edukasi, lebih dari 80% peserta menyatakan bersedia beralih ke penggunaan kotak serat bambu sebagai wadah makanan sehari-hari. Kesimpulan Penelitian ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk styrofoam serta mendorong penggunaan kotak serat bambu sebagai alternatif ramah lingkungan. Untuk mempercepat adopsi kotak serat bambu, disarankan adanya dukungan dari pemerintah dan pelaku usaha dalam penyediaan produk ini dengan harga yang lebih terjangkau serta sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat.