Theresia oktavina amalia sari
STIKES Bethesda yakkum yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI FOOT MASSAGE DAN SLOW DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP KELETIHAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA TAHUN 2025: STUDI KASUS Theresia oktavina amalia sari; Vivi Retno Intening; Eni Purwanti
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.28

Abstract

Latar Belakang: Chronic kidney disease (CKD) merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena terjadinya penurunan fungsi dari ginjal. Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik maka diperlukan terapi untuk menggantikan fungsi dari ginjal seperti hemodialisa. Dalam proses hemodialisa terdapat efek samping salah satunya adalah keletihan. Maka dapat diberikan tindakan non farmakologi seperti terapi kombinasi Foot Massage dan Slow Deep Breathing. Gejala Umum: Pasien CKD yang menjalani hemodialisa sering mengalami keletihan. Tujuan: mengetahui pengaruh kombinasi foot massage dan slow deep breathing exercise terhadap penurunan Tingkat keletihan pada pasienĀ  hemodialisis. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus. PopulasiĀ  pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa dengan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling jumlah sampel satu orang yang mengalami keletihan. intervensi yang dilakukan adalah terapi foot massage dan slow deep breathing yang dilakukan pada pasien dengan keletihan sebanyak 3 kali intervensi selama 20 menit. Penilaian dengan menggunakan lembar kuisioner FACIT. Hasil: Sebelum diberikan intervensi tingkat keletihan sedang dan setelah diberikan intervensi tingkat keletihan menjadi ringan. Kesimpulan: Berhasil mengaplikasikan terapi foot massage dan Slow Deep Breathing pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Saran : Terapi kombinasi tersebut dapat diterapkan di rumah sakit sebagai tindakan mandiri perawat