Fatimah Azzahroini Rajati
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI EDUKASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA PABELAN KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO Silvia Firsa Permata; Mellyana Purnama Sari; Dyah Pratiwi Anggraeni; Affifah Mulya; Tri Fajra Niza; Meisya Putri Marsyanda; Aida Nur Faizah; Fatimah Azzahroini Rajati; Diva Anggraeni Yulia Maharani; Hanan Aliya Putri; Kinanti Putri Anyelir; Della Meliana; Hisyam Arhabillah; Endang Nur Widiyaningsih; Sheena Ramadhia Dhani
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1, No. 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i2.5839

Abstract

Berdasarkan prevalensi kehilangan zat besi (Fe) mencapai 40% pada anak prasekolah, 30% pada wanita menstruasi, dan 38% pada wanita hamil. Anemia, yang umum terjadi pada remaja putri, ditandai dengan kadar hemoglobin rendah. Pengetahuan tentang anemia penting untuk mengenali gejala, faktor risiko, dan langkah pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendekatan edukatif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia di Desa Pabelan. Metode pelaksanaan meliputi (1) tahap persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) tahap evaluasi dengan pendekatan kuantitatif melalui survei pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 21 remaja putri karang taruna dari desa tersebut. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah sesi edukasi yang mencakup ceramah, diskusi kelompok, dan distribusi materi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan remaja putri tentang anemia setelah edukasi, termasuk pemahaman mengenai gejala, faktor risiko, dan pentingnya asupan gizi. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk menilai efektivitas jangka panjang program ini dan menyesuaikan pendekatan edukatif sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pencegahan dan penanganan anemia, serta kualitas hidup remaja putri di Desa Pabelan.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI EDUKASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA PABELAN KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO Hisyam Arhabillah; Silvia Firsa Permata; Mellyana Purnama Sari; Dyah Pratiwi Anggraeni; Affifah Mulya; Tri Fajra Niza; Meisya Putri Marsyanda; Aida Nur Faizah; Fatimah Azzahroini Rajati; Diva Anggraeni Yulia Maharani; Della Meliana; Hanan Aliya Putri; Kinanti Putri Anyelir; Endang Nur Widiyaningsih; Sheena Ramadhia Dhani
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6029

Abstract

Berdasarkan prevalensi kehilangan zat besi (Fe) mencapai 40% pada anak prasekolah, 30% pada wanita menstruasi, dan 38% pada wanita hamil. Anemia, yang umum terjadi pada remaja putri, ditandai dengan kadar hemoglobin rendah. Pengetahuan tentang anemia penting untuk mengenali gejala, faktor risiko, dan langkah pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendekatan edukatif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia di Desa Pabelan. Metode pelaksanaan meliputi (1) tahap persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) tahap evaluasi dengan pendekatan kuantitatif melalui survei pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 21 remaja putri karang taruna dari desa tersebut. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah sesi edukasi yang mencakup ceramah, diskusi kelompok, dan distribusi materi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan remaja putri tentang anemia setelah edukasi, termasuk pemahaman mengenai gejala, faktor risiko, dan pentingnya asupan gizi. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk menilai efektivitas jangka panjang program ini dan menyesuaikan pendekatan edukatif sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pencegahan dan penanganan anemia, serta kualitas hidup remaja putri di Desa Pabelan.
Mobile Health Interventions for Postpartum Maternal Health: An Umbrella Review Fatimah Azzahroini Rajati; Faizah Betty Rahayuningsih
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i2.1006

Abstract

Background: The postpartum period is a critical phase involving physical recovery, emotional adaptation, and social transition, which may affect maternal wellbeing. Limited access to continuous postnatal care can increase the risk of depression, inadequate self-care, and delayed recovery. Mobile health (mHealth) interventions have emerged as a potential solution to support continuity of care through remote monitoring, digital education, and ongoing support. Objective: This review aimed to synthesize evidence on the role of mobile health interventions in improving maternal health outcomes during the postpartum period. Methods: An umbrella review was conducted following the PRISMA 2020 framework. Relevant studies published between 2019 and 2025 were identified from PubMed, Scopus, CINAHL, and ScienceDirect. Eligibility was determined using the PICO framework, focusing on postpartum women receiving mHealth interventions compared to standard care. Five review-level studies were included and analyzed using descriptive and thematic synthesis. Results: mHealth interventions showed potential benefits in improving maternal self-efficacy, self-care engagement, physical activity, and overall wellbeing. They were also associated with reduced postpartum depression symptoms and improved adherence to follow-up care. Conclusion: Mobile health interventions may contribute positively to both psychological and physical health outcomes in postpartum women. However, the available evidence remains limited an indirect. Further high-quality primary studies are needed to establish effectiveness and inform clinical implementation.