Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TANDA PERSALINAN, TANDA BAHAYA NIFAS DAN ASUPAN GIZI PADA IBU HAMIL DI DESA SINGOPURAN Bacharuddin Akbar; Erina Adriana Paramitha; Kharisma Puja Kusuma; Rizki Nisaa'uljanah; Riyakhul Janah; Henky Atorik Gimnastiar; Puput Mardiani; Nabita Regina Intan; Dziya Safira Hakim; Elvina Safarinda; Dwinata Windya Putri; Irma Jauza Heriaskalma; Istianah Nur Adila; Faizah Betty Rahayuningsih; Ayu Khoirotul Umaroh
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6069

Abstract

Edukasi terkait tanda memulai masa persalinan pada ibu hamil hingga masa pasca melahirkan serta asupan gizi yang dipenuhi dikalangan ibu-ibu hamil belum dilaksanakan secara optimal. Salah satu hal yang menghambat adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya mengetahui tanda tanda tersebut dan upaya yang harus dilakukan setelah masa persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan mengenai tanda persalinan,tanda bahaya masa nifas dan asupan gizi terhadap tingkat pengetahuan pada ibu hamil di Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan metode eksperimen (quasi-xperiment). Desain penelitian ini menerapkan rancangan One Group PretestPosttest Design. Sampel penelitian adalah ibu hamil di Desa Singopuran Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo yang berjumlah 10 orang. Media informasi yang digunakan pada kegiatan ini yaitu poster tentang tanda persalinan, bahaya nifas dan gizi ibu menyusui. Hasil dari penyuluhan ini terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dengan baik dari sebelum mendapatkan penyuluhan sebesar Sebanyak 80% ibu yang hadir di kelas ibu hamil meningkat pengetahuan nya dengan nilai rata2 pretest 81% menjadi 90% pada posttest yang berarti terjadi kenaikan pengetahuan sebesar 9%.
Edukasi Pengelolaan Diabetes Melitus dan Praktik Pembuatan Snack UMBISA sebagai Camilan Sehat Lansia Berbasis Komunitas Nur Fauziyah; Az Zahra Rajwa Taufiqah; Vania Ardianingrum; Salsya Bela Nadiya Putri; Ardhana Yusfranda; Henky Atorik Gimnastiar; Agus Sudaryanto
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1305

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan, tidak hanya terapi farmakologis tetapi juga perubahan perilaku, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, dan perawatan diri. Edukasi diabetes dan pemilihan camilan yang tepat menjadi komponen penting dalam pengelolaan DM. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan DM melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan glukosa darah sewaktu (GDS), serta praktik pembuatan Snack UMBISA sebagai alternatif camilan sehat. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Rangkaian kegiatan meliputi pretest, pemeriksaan GDS, edukasi kesehatan interaktif, praktik pembuatan Snack UMBISA, dan posttest. Data skor pengetahuan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test (p < 0,05), sedangkan data GDS dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 45 peserta mengikuti pemeriksaan GDS dengan rata-rata 173,36 ± 62,17 mg/dL. Skor pengetahuan meningkat dari 5,21 menjadi 7,38 dengan selisih 2,18 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan t = 16,75 dan p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah edukasi. Edukasi pengelolaan DM yang dipadukan dengan pemeriksaan GDS dan praktik pembuatan Snack UMBISA efektif meningkatkan pengetahuan peserta. Snack UMBISA diposisikan sebagai media inovasi edukasi dan keterampilan, bukan terapi pengganti obat.