Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI KEKERASAN FISIK PADA ANAK DISABILITAS DENGAN MEDIA VIDEO EDUKASI DI SMA MUHAMMADIYAH 6 SURAKARTA Ayu Khoirotul Umaroh; Wanda Averillia
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1, No. 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i2.6882

Abstract

Satu dari tiga anak penyandang disabilitas di dunia pernah mengalami kekerasan, baik secara fisik, seksual, dan emosional dan penelantaran. Dilansir dari Medical Xpress, menemukan bahwa anak-anak dan remaja (usia 0-18 tahun) dengan disabilitas mengalami kekerasan fisik pada tingkat yang jauh lebih tinggi dari pada mereka yang tidak disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa disabilitas mengenai kekerasan fisik, metode yang digunakan yaitu pengisian pre-test dan post-test, dari hasil pre-test didapatkan nilai rata-rata sebanyak 87,6 % dan untuk setelah diberikan materi edukasi dilakukan pengisian post-test yang didapatkan hasil rata-rata sebanyak 92.3% jadi dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan siswa terdapat peningkatan setelah diberikan video edukasi terkait kekerasan fisik, kesimpulan bahwa kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa disabilitas dalam materi kekerasan fisik.
Penyuluhan dan Pembentukan Polisi Cilik Anti Rokok di Dusun II Desa Tawang Clarisa Widananda; Diva Adsta Aulia; Hany Pratiwi; Inna Rachmawati; Mitha Husadhah Putri; Raditya Navista Kumara; Wanda Averillia; Aji Suryadewa; Betty Intan Pratiwi; Eny Fauziyana; Kusuma Estu Werdani; Yuli Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Rokok adalah salah satu penyebab kematian utama di dunia. Kebiasaan merokok sangatlah memprihatinkan, setiap saat kita menjumpai di masyarakat dari berbagai usia. Tak terkecuali pada remaja. Seseorang yang mulai merokok sejak kecil akan merasakan ketergantungan lebih tinggi. Selain itu, perilaku merokok memungkinkan anak untuk melakukan penyimpangan lainnya seperti memakai uang sekolah untuk membeli rokok. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi anak untuk merokok sejak dini antara lain keluarga, teman sebaya, atau lingkungan sekitar tempat mereka bermain. Terdapat hubungan antara perilaku merokok ibu, perilaku merokok ayah, dan perilaku merokok saudara (kakak) dengan perilaku merokok remaja. Adanya anggota keluarga perokok akan menyebabkan kecenderungan anak untuk mengikutinya. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan polisi cilik mengenai bahaya rokok sehingga dapat mengingatkan kepada orang-orang di sekitarnya terutama keluarga yang masih merokok. Metode: Tahap pertama yaitu kegiatan penyuluhan tentang bahaya merokok kepada santri TPA menggunakan media powerpoint. Evaluasi peningkatkan pengetahuan diukur menggunakan pretest posttest oleh polisi cilik. Tahap kedua, pembentukan polisi cilik anti rokok sebanyak 16 anak dengan melakukan lomba mewarnai poster anti rokok dan pengisian rapor. Poster yang sudah diwarnai ditempel di rumah masing-masing serta polisi cilik bertugas mengingatkan anggota keluarga yang merokok. Ketika sudah mengingatkan wajib mengisi rapor dengan meminta tanda tangan anggota keluarga yang telah diingatkan. Hasil: Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan polisi cilik terkait merokok dari 79,7% meningkat menjadi 93% dengan p-value sebesar 0,018 (<0,05) yang artinya terdapat hubungan antara pemberian penyuluhan dengan pengetahuan polisi cilik berupa peningkatan pengetahuan. Hasil mewarnai poster, polisi cilik menempelkan poster yang telah diwarnai untuk di tempel pada dinding rumah yang biasa di lalu lalang oleh orang atau anggota keluarga. Kegiatan ini bertujuan agar dapat menyadarkan keluarga apabila ada yang merokok. Kemudian polisi cilik mengisi rapor dimana ditandatangani oleh orang tua. Keberlanjutan program polisi cilik anti rokok di Dusun II Desa Tawang diserahkan kepada pihak pengurus TPA untuk melakukan pengecekan rapot.