Untuk menunjang kenyamanan dan keamanan penerbangan salah satu petugas yang berperan penting dalam hal ini adalah petugas Terminal Service Officer (TSO). Ketersediaan Fasilitas yang memadai merupakan tolak ukur setiap bandar udara dalam memenuhi kebutuhan bagi pengguna jasa /penumpang moda transportasi udara. Bandar udara Internasional Yogyakarta dituntut untuk menyediakan fasilitas pelayanan yang baik untuk memenuhi kepuasan pengguna jasa. Oleh karna itu adanya petugas yang bernama Terminal Service Officer (TSO), yang fungsi dan tugasnya yaitu melakukan pelayanan dan pengawasan terhadap seluruh fasilitas di area terminal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelayanan dan pengawasan yang dilakukan oleh petugas TSO di Bandar Udara Internasional Yogyakarta dan apa saja hambatan atau tantangan yang dihadapi petugas TSO dalam melakukan pelayanan dan pengawasan fasilitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Untuk memastikan keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi, yang mencakup triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian ini dilaksanakan pada unit AOLT (Airport Operation Landside and Terminal) di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulon Progo, waktu pelaksanaan dimulai pada tanggal 01 Agustus 2024 sampai dengan bulan Februari 2025, dimana peneliti mengumpulkan data melalui tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi langsung, wawancara dengan petugas TSO, dan analisis dokumentasi terkait. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat membandingkan hasil dari berbagai sumber untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pelayanan dan pengawasan fasilitas bandar udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh TSO di Bandar Udara Internasional Yogyakarta sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam PM 41 Tahun 2023, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti ketersediaan fasilitas yang memadai dan pelatihan bagi petugas. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh TSO efektif dalam menjaga kualitas pelayanan, tetapi perlu adanya peningkatan dalam hal komunikasi dan koordinasi antar petugas untuk mengoptimalkan pelayanan kepada penumpang dan pengguna jasa lainnya.