Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cahaya Dalam Islam dan Fisika: Dari Ayat Cahaya Hingga Teori Elektromagnetik Ade Ayu Lestari; M Fadly; Nadyne Zarlyza; Novia Novia; Putri Najwa Sabrina Nst; Septya Yulandari; Rizki Salsabila Batubara; Ramadhan Saleh Lubis
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5728

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi konsep cahaya dari dua perspektif yang berbeda namun saling melengkapi: sudut pandang ilmiah dan perspektif Al-Qur'an. Dalam sains, cahaya dipahami sebagai kuantitas fisik fundamental yang memiliki kecepatan tertinggi di alam semesta, menjadi konstanta penting dalam berbagai teori dan perhitungan. Pemahaman ilmiah tentang cahaya telah berkembang secara signifikan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia, dari teori partikel hingga konsep dualisme gelombang-partikel. Sifat dualistik cahaya ini telah memungkinkan pengembangan teknologi transformatif, seperti laser, serat optik, dan sel surya, yang berdampak luas pada kehidupan modern. Sementara itu, Al-Qur'an memandang cahaya sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar fenomena fisik. Dalam konteks spiritual, cahaya sering kali diasosiasikan dengan petunjuk, kebijaksanaan, dan kebenaran. Al-Qur'an menyebutkan bahwa cahaya dapat menjadi penuntun bagi manusia menuju jalan yang lurus dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang eksistensi. Lebih lanjut, Al-Qur'an menyatakan bahwa cahaya hakiki berasal dari Allah SWT, yang diberikan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya sebagai rahmat dan hidayah. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk menjembatani pemahaman ilmiah dan spiritual tentang cahaya, menyoroti bagaimana kedua perspektif tersebut dapat memberikan wawasan yang berharga tentang peran dan makna cahaya dalam kehidupan kita.
Dualisme Gelombang-Partikel: Landasan Teori, Transformasi Konsep Ilmiah, dan Implikasi pada Fisika Modern Margareth Jacoba Da Gomes; Elisabeth Endang Permata Simbolon; Loni Ignasia Lingga; Miftahul Jannah; Rizki Salsabila Batubara; Deo Demonta Panggabean; Ladestam Sitinjak
Kappa Journal Vol 9 No 3 (2025): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i3.32457

Abstract

Wave–particle dualism is a fundamental concept that has shaped physics since the early twentieth century and remains central to modern physics research. This study aims to examine the development of wave–particle dualism through three key phenomena: black-body radiation, the photoelectric effect, and Compton scattering. The method employed is a systematic literature review of 10 peer-reviewed journal articles published between 2018 and 2024, focusing on theoretical perspectives, experimental evidence, and conceptual implications. The results indicate that research on black-body radiation has progressed from the development of high-precision radiation sources toward the control of atomic energy shifts and light polarization. Studies on the photoelectric effect reveal its dual role as both an effective educational tool through simple, low-cost experiments and a platform for advanced investigations of electron momentum distribution. Meanwhile, research on Compton scattering spans practical applications such as radiation detector calibration and theoretical modeling of photon–electron interactions in extreme quantum fields. Overall, this study demonstrates that wave–particle dualism is not merely a historical concept but an evolving framework that continues to inform theoretical development, experimental validation, and technological innovation. The findings have implications for physics education, experimental design, and future research on quantum phenomena by highlighting the interconnected nature of foundational quantum effects.