Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen risiko di SD Negeri Puncakmulya dan memahami bagaimana manajemen risiko yang efektif dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan sampel purposif dan snowball, melibatkan kepala sekolah, guru, dan anggota komite sekolah sebagai informan kunci melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang dilakukan dari Agustus hingga Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri Puncakmulya menghadapi risiko internal, termasuk kinerja guru yang rendah, tingkat absensi siswa yang tinggi, dan fasilitas yang tidak memadai, serta risiko eksternal seperti bencana alam dan perubahan kebijakan pendidikan, dengan manajemen risiko yang diimplementasikan melalui langkah-langkah sistematis berupa identifikasi, pengukuran, pencegahan, pengalihan risiko, dan evaluasi berkelanjutan. Diskusi menekankan bahwa pendekatan manajemen risiko sekolah selaras dengan standar ISO 9001:2015, yang berfokus pada pengelolaan risiko spekulatif dan murni melalui strategi proaktif seperti program pelatihan guru, pemantauan kehadiran siswa, dan peningkatan fasilitas, yang telah menunjukkan hasil positif dalam menjaga kualitas pendidikan. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengadopsi pendekatan manajemen risiko untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pendidikan mereka, khususnya dalam konteks pendidikan dasar di Indonesia.