Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Terapi Kompres Buli-Buli Hangat Pada Leher Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Ny. N Yang Menderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gonenggati Donggala: Family Nursing Care with Warm Bladder Compress Therapy on the Neck to Reduce Headaches in Mrs. N Who Suffers from Hypertension in the Work Area of the Gonenggati Donggala Health Center Grachelin Nurul Ivanka; Rabiah; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10633

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di masyarakat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena minimnya gejala yang dirasakan. Salah satu gejala yang umum dialami oleh pasien hipertensi adalah nyeri kepala, terutama di bagian leher atau tengkuk. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan tekanan darah yang menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah ke otak, serta menimbulkan penumpukan asam laktat yang merangsang reseptor nyeri. Terapi nonfarmakologis, seperti pemberian kompres hangat menggunakan buli-buli, dapat menjadi intervensi yang efektif dan aman dalam membantu mengurangi nyeri kepala pada penderita hipertensi. Metode pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada Ny. N, seorang pasien hipertensi yang mengalami keluhan nyeri kepala, dan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gonenggati Donggala. Asuhan keperawatan diberikan secara menyeluruh melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Terapi kompres buli-buli hangat dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan rumah, masing-masing selama lima jam. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari skala 5 menjadi skala 2 setelah pemberian terapi. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri kepala pada pasien hipertensi. Terapi ini sangat direkomendasikan karena mudah dilakukan, tidak menimbulkan efek samping, dan dapat diaplikasikan secara mandiri oleh keluarga di rumah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menerapkan pendekatan keperawatan keluarga untuk penatalaksanaan nyeri secara nonfarmakologis, khususnya pada penderita hipertensi.