Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Efektivitas Teknik Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Skala Nyeri Dengan Masalah Nyeri Akut Pada Pasien Hipertensi Di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Effectiveness of Autogenic Relaxation Techniques on Reducing Pain Scale with Acute Pain Problems in Hypertension Patients at Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Cahyu Kitae; Febrianti, Nur; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.4419

Abstract

Hipertensi adalah penyakit dengan adanya tanda gangguan tekanan darah sistolik dan diastolik yang meningkat di atas tekanan darah normal. Diagnosa keperawatan yang sering muncul pada kasus hipertensi yaitu nyeri akut. Teknik relaksasi autogenik adalah terapi yang bersumber dari diri sendiri dan kesadaran tubuh dengan mengendalikan ketegangan otot dan hati. Teknik relaksasi autogenik ini menggunakan kalimat pendek atau memikirkan hal-hal yang dapat membuat pikiran jadi lebih tenang dan tentram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang Efektivitas teknik relaksasi autogenik terhadap penurunan skala nyeri dengan masalah nyeri akut pada pasien hipertensi.Metode yang digunakan dalam Penelitian Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami nyeri abdomen tembus sampai belakang pada pasien hipertensi. Hasil penelitian yang ditemukan dari pengkajian pada Ny V Pasien keluhan pusing dan mual pada saat berdiri, pasien juga mengatakan nyeri dibagian kepala seperti ditusuk-tusuk, nyeri yang dirasakan hilang timbul. Setelah dilakukan teknik relaksasi autogenik, nyeri yang dirasakan menurun dari skala nyeri 5(sedang) menjadi skala nyeri 0. Penerapan dilakukan 1 kali sehari selama 3 hari. Analisa data dilakukan penerapan menunjukan bahwa setelah dilakukan penerapan teknik relaksasi autogenik, terjadi penurunan skala nyeri pada subjek penerapan, yaitu pada subjek (Ny V) dari skala nyeri 5 ( sedang) menjadi skala 0. Kesimpulan dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa Pemberian teknik relaksasi autogenik ini efektif terhadap penurunan skala nyeri pada pasien hipertensi.
Implementasi Perawatan Payudara dan Kompres Aloe Vera pada Ibu Post Partum Primipara dengan Masalah Nyeri Akut Akibat Bendungan ASI: Implementation of Breast Care and Aloe Vera Compresses in Postpartum Primipara Mothers with Acute Pain Problems Due to Breast Milk Irmawati S. Palilati; Rahma Edy Pakaya; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6370

Abstract

Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran bayi sampai dengan pulihnya (puerperium), atau trimester keempat kehamilan, masa nifas biasanya berkisaran antara 6 minggu atau lebih bervariasi antara ibu satu dengan organ reproduksi seperti sebelum hamil. Periode ini sering disebut masa nifas ibu yang lainnya dilakukan di UPTD Puskesmas Kamonji. Berdasarkan analisa data yang diperoleh dari pelrawatan payuldara pada ibul post partulm dalam melmpelrsiapan prosels melnyulsuli pasca pelrsalinan di Pulskelsmas Kamonji delngan melnggulnakan format pelngkajian kelpelrawatan matelrnitas, Meldia yang dapat digulnakan yaitul lelaflelt ataul pamplelt selbagai eldulkasi pada pasieln yang kulrang pelngeltahulan telntang pelrawatan payuldara Selrta lelmbar pelrseltuljulan (informeld concelnt) pasieln ulntulk dilakulkan komprels aloel velra.
Implementasi Senam Kaki pada Pasien Diabetes Melitus dalam Upaya Pencegahan Komplikasi pada Kaki di Uptd Puskesmas Kamonji Kota Palu: Implementation of Legs Exercise on Mrs. A With a Case of Diabetes Mellitus at Uptd Community Health Center, Palu City Rusna S Mardini; Rahma Edy Pakaya; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6457

Abstract

Diabetes melitus adalah peningkatan kadar gula dalam darah melebihi batas normar atau yang biasa disebut dengan hiperglikemia. Senam kaki merupakan salah satu latihan yang dilakukan bagi penderita diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Desain yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan, yang difokuskan pada individu. Subyek studi kasus ini adalah pasien yang mengalami hipertensi dengan mengimplementasikan senam kaki di UPTD Puskesmas Kamonji kota palu. Dalam studi kasus ini ditegakan satu diagosa keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah. setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari kunjungan rumah untuk mengimplementasikan senam kaki diabetic. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan pada Ny. A ditemukan data subjektif, Ny. A mengatakan badannya sering kesemutan, sering buang air kecil, dan pasien juga mengatakan sering haus saat di lakukan pengkajian pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan hasil TD: 130/80 mmhg, N: 91x/menit, S: RR: 22x/menit gula darah puasa pasien 195 mg/dL
Implementasi Fisioterapi Dada dan Batuk Efektif untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Chest Physiotherapy and Effective Cough to Overcome Airway Clearance in Pulmonary Tuberculosis Patients at Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Feby Fatresia Kodea; Rahma Edy Pakaya; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6758

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi akibat kuman Myobacterium yang bersifat sistematis (menyeluruh) sehingga dapat mengenai hampir seluruh organ tubuh, dengan lokasi terbanyak di paru-paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi yang pertama kali terjadi. Fisioterapi dada adalah terapi yang sangat berguna bagi penderita penyakit respirasi yang bersifat akut atau bersifat kronik. Sedangkan batuk efektif adalah metode batuk dengan benar, dimana pasien dapat menghemat energi sehingga tidak mudah lelah dan mengeluarkan dahak secara maksimal. Metode studi kasus yang digunakan merupakan penelitian studi kasus deskriptif dengan pendekatan desain wawancara, observasi, dan pengambilan data sekunder. Hasil penelitian yang didapatkan pada hari pertama sebelum dilakukan implementasi fisioterapi dada dan batuk efektif pasien mengeluh sesak pada saat posisi berbaring, batuk bercampur darah, pasien menggunakan oksigen. Setelah diberilan implementasi fisioterapi dada dan batuk efektif pasien merasa membaik, hari kedua klien mengatakan batuk mulai berkurang, pada hari ketiga pasien mengatakan batuk sudah tidak bercampur darah dan sputum berkurang. Terapi fisioterapi dada dan batuk efektif terbukti dapat berguna untuk mengeluarkan sputum/dahak yang berlebihan ataupun dahak yang susah dikeluarkan pada pasien TB paru. Kesimpulan setelah dilakukan implementasi fisioterapi dada dan batuk efektif, batuk-batuk menurun, sputum mulai berkurang, rasa sesak mulai berkurang dan klien tampak mulai membaik pada saat dilakukan tindakan implementasi selanjutnya.
Implementasi Tindakkan Fisioterapi Dada pada Anak Bronkhitis Akut Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Chest Physiotherapy Actions in Children with Acute Bronchitis with Ineffective Airway Clearance Nursing Problems at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Sopia Jamila; Sri Yulianti; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.6743

Abstract

Bronkhitis adalah peradangan pada selaput lendir bronkus (saluran pernapasan dari trakea hingga saluran napas di dalam paru-paru). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien anak dengan diagnosa Bronkithis akut yang berada di Ruang Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengkaji, mengidentifikasi diagnosa, melakukan perencanaan, melakukan implementasi, dan melakukan evaluasi pada pasien anak dengan masalah bersihan jalan nafas tidak efektif pada Bronkhitis akut. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian yang dilakukan pada An.M Setelah hasil penelitian didapatkan setelah dilakukan implementasi mulai tanggal 22 sampai dengan 28 Agustus 2024 latihan fisioterapi dada yang pertama didapatkan pasien masih sulit mengikuti arahan yang dianjurkan serta masih sulit mengeluarkan dahak, hasil implementasi kedua didapatkan klien sudah bisa mengikuti arahan yang dianjurkan, masih batuk namun dahak sudah berkurang, dan implementasi hari ketiga didapatkan klien sudah mampu mengikuti arahan yang diberikan perawatan dan mampu melakukan batuk efektif. Kesimpulan bahwa sesuai dengan tahapan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi
Implementasi Pemberian Posisi Semi Fowler Pada Pasien Tuberkulosis (TB) Dengan Masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif Di Ruangan Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Semi-Fowler Positioning In Tuberculosis (TB) Patients With Ineffective Breathing Pattern Nursing Problems In Dahlia Room At The Regional General Hospital Of Undata, Central Sulawesi Province Andre Al-Fauzih. P; Nur Febrianti; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8865

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan seperti batuk kronis, sesak napas, dan gangguan pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pemberian posisi semi fowler pada pasien tuberkulosis dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek pasien Tn. R, yang menunjukkan gejala sesak napas dan pola napas tidak normal. Intervensi keperawatan dilakukan selama tiga hari berturut-turut, meliputi pemantauan pola napas, pemberian posisi semi fowler, pengelolaan sputum, pemberian oksigen jika diperlukan, serta edukasi teknik batuk efektif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pada pola napas pasien, ditandai dengan penurunan sesak dan perbaikan frekuensi serta kedalaman napas. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa pemberian posisi semi fowler merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan pola napas pada pasien TB dengan gangguan pernapasan. Penelitian ini juga memberikan saran bagi institusi pendidikan dan rumah sakit untuk mempertimbangkan penggunaan posisi semi fowler sebagai bagian dari intervensi keperawatan pada pasien dengan gangguan pola napas.
Implementasi Pemberian Teknik Marmet Terhadap Peningkatan ASI Pada Ibu Post Partum Primipara Yang Mengalami Gangguan Menyusui Tidak Efektif Di RSUD Undata Sulawesi Tengah : Implementation Of The Marmet Technique On Increasing Breast Milk Production In Primiparous Post-Partum Mothers Experiencing Ineffective Breastfeeding At Undata General Hospital, Central Sulawesi Province Lista K. Ahadin; Rahma Edy Pakaya; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10316

Abstract

atar belakang: Menyusui adalah proses yang alami. Akan tetapi, keberhasilan menyusui secara optimal memerlukan pemahaman ibu mengenai ASI dan cara menyusui yang benar. Kesulitan dan masalah dalam menyusui umum dialami, khususnya oleh ibu post partum primipara. Tantangan yang sering muncul meliputi produksi ASI yang tidak lancar, nyeri atau luka pada puting, dan bayi menjadi rewel karena kesulitan menyusui dengan efektif. Pijat marmet adalah serangkaian gerakan tangan yang dirancang untuk merangsang refleks let-down (pengeluaran ASI) dan memfasilitasi drainase payudara. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pijat marmet terhadap peningkatan produksi ASI ibu post partum primipara yang mengalami gangguan menyusui tidak efektif. Metode: Studi kasus ini mengunakan metode deskritif. Sampel diambil pada pasien yang mengalami gangguan menyusui tidak efektif dan dikelolah selama 4 kali kunjungan 3 kali implementasi dengan pemberian tindakan keperawatan berupa teknik pijat marmet dan dilakukan 2 kali /hari selama 15-30 menit. Pengumpulan data mengunakan buku status, wawancara, observasi, dan metode proses keperawatan. Bahan yang digunakan yaitu gelas/botol bersih untuk menampung ASI. Hasil: Terdapat perubahan setelah dilakukan teknik pijat marmet selama 3 hari pada respoden, dari yang ASI tidak keluar pada hari pertama menjadi ASI keluar namun belum lancar. hasil yang didapatkan menunjukan bahwa terjadi perubahan yang ingin dicapai menjadi menyusui tidak efektif teratasi. Kesimpulan dan saran: Teknik pijat marmet efektif untuk dilakukan pada ibu yang mengalami gangguan menyusui tidak efektif untuk peningkatan produksi ASI
Implementasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Ruangan Flamboyan RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Warm Water Foot Soak Therapy to Reduce Blood Pressure in Hypertension Patients in the Flamboyan Room, Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Kesya; Rahma Edy Pakaya; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10632

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang dikenal sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala hingga menimbulkan komplikasi serius. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah terapi rendam kaki air hangat. Efektivitas terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui mekanisme vasodilatasi perifer yang membantu melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan tahanan pembuluh darah. Tujuan: Terapi ini bertujuan melancarkan sirkulasi, memberi efek relaksasi, serta menurunkan aktivitas saraf simpatis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada pasien hipertensi melalui tiga kali kunjungan dengan implementasi terapi rendam kaki air hangat selama 15–20 menit sekali sehari. Pengumpulan data dilakukan melalui buku status, wawancara, observasi, dan proses keperawatan dengan bahan sederhana berupa air hangat, termometer, baskom, dan handuk. Hasil: Penelitian ini menunjukkan penurunan tekanan darah bertahap, dari 162/87 mmHg (nyeri 6) pada hari pertama, menjadi 147/83 mmHg (nyeri 4) pada hari kedua, hingga 130/70 mmHg (nyeri 0) pada hari ketiga. Pasien melaporkan merasa lebih rileks, nyaman, dan nyeri kepala berkurang. Efek relaksasi yang muncul selama terapi juga dapat membantu menurunkan stress dan ketegangan otot, yang merupakan faktor pemicu peningkatan tekanan darah. Kesimpulan: Terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui mekanisme vasodilatasi yang melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan aktivitas saraf simpatis. Saran: Terapi rendam kaki air hangat dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri perawat untuk meningkatkan kenyamanan pada pasien hipertensi.
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Terapi Kompres Buli-Buli Hangat Pada Leher Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Ny. N Yang Menderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gonenggati Donggala: Family Nursing Care with Warm Bladder Compress Therapy on the Neck to Reduce Headaches in Mrs. N Who Suffers from Hypertension in the Work Area of the Gonenggati Donggala Health Center Grachelin Nurul Ivanka; Rabiah; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10633

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di masyarakat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena minimnya gejala yang dirasakan. Salah satu gejala yang umum dialami oleh pasien hipertensi adalah nyeri kepala, terutama di bagian leher atau tengkuk. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan tekanan darah yang menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah ke otak, serta menimbulkan penumpukan asam laktat yang merangsang reseptor nyeri. Terapi nonfarmakologis, seperti pemberian kompres hangat menggunakan buli-buli, dapat menjadi intervensi yang efektif dan aman dalam membantu mengurangi nyeri kepala pada penderita hipertensi. Metode pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada Ny. N, seorang pasien hipertensi yang mengalami keluhan nyeri kepala, dan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gonenggati Donggala. Asuhan keperawatan diberikan secara menyeluruh melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Terapi kompres buli-buli hangat dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan rumah, masing-masing selama lima jam. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari skala 5 menjadi skala 2 setelah pemberian terapi. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri kepala pada pasien hipertensi. Terapi ini sangat direkomendasikan karena mudah dilakukan, tidak menimbulkan efek samping, dan dapat diaplikasikan secara mandiri oleh keluarga di rumah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menerapkan pendekatan keperawatan keluarga untuk penatalaksanaan nyeri secara nonfarmakologis, khususnya pada penderita hipertensi.