This Author published in this journals
All Journal Kajen
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SIMPLIFIKASI APLIKASI PEWARNA INDIGO M Adi Nugroho; Tri Agus Setiawan; Rusdiyanto; Rahmat Hidayat; Dian Susilo
E-Jurnal Kajen Vol 3 No 02 (2019): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv03i02.6

Abstract

Membuat kain batik menggunakan pewarna alami untuk kalangan terbatas (ceruk pasar) secara ekonomis memiliki nilai jual tinggi karena citra yang dibangun memberikan kesan etnik dan eksklusif. Dalam upaya untuk memperluas segmentasi, pewarna alami yang memiliki stabilitas dan konsentrasi pigmen yang tinggi serta spektrum warna yang luas diperlukan. Berdasarkan pengalaman mengubah orientasi produsen batik ke penggunaan pewarna sintetis karena mereka mudah diperoleh dan lebih praktis dalam prosesnya. Salah satu jenis pewarna alami yang telah dikembangkan adalah nila. Indigo memiliki peran besar dalam sejarah pewarnaan alami di dunia termasuk orang Indonesia yang selalu menggunakan pewarna nila alami untuk memberi warna biru (wedel) dalam pembuatan batik tradisional kuno. Itulah sebabnya di kelasnya warna nila memiliki ketahanan warna yang unggul terhadap cahaya, pencucian klorin, gosok, dan keringat. Pasta nila dibuat melalui proses oksidasi indoksil dalam suasana basa. Untuk digunakan sebagai pewarna, reduksi kembali menjadi pigmen nila diperlukan. Jenis dan jumlah reduktor serta waktu sangat mempengaruhi kesempurnaan proses reduksi. Masalah penelitian yang diangkat adalah bagaimana membuat solusi reduksi nila yang siap untuk pewarnaan yang tetap stabil selama 1 minggu dan dapat mengurangi tahapan proses pewarnaan nila dalam upaya untuk mendapatkan aspek praktis dari pewarna alami. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kinerja formaldehida sebagai pengawet dipengaruhi oleh suhu panas larutan dalam proses perendaman dan waktu setelah kain disimpan selama 3 bulan, sehingga selama 7 hari tidak dapat mempertahankan stabilitas warna bila dibandingkan dengan hasil pewarnaan dengan metode standar