Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berdiferensiasi dengan fokus pada strategi diagnosa kesiapan belajar peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Penelitian ini dilakukan di MI Datok Sulaiman Palopo sebagai subjek utama, dengan MI DDI 1 Palopo dan MI DDI 3 Purangi sebagai subjek pendukung. Tahapan define meliputi analisis kebutuhan dan identifikasi kesiapan belajar, serta pengetahuan guru terhadap perangkat pembelajaran kurikulum merdeka. Pada tahap design, perangkat pembelajaran yang dikembangkan mencakup pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media pembelajaran, dan asesmen, yang seluruhnya dirancang untuk mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif. Tahap develop, hasil uji validitas yang melibatkan ahli implementasi Kurikulum Merdeka, ahli asesmen pembelajaran, dan ahli bahasa menunjukkan bahwa perangkat ini valid dengan rata-rata persentase 74,67%. Sementara itu, hasil uji kepraktisan yang dilakukan dengan melibatkan guru-guru dari kelas I, III, dan V di MI Kota Palopo menunjukkan bahwa perangkat ini sangat praktis, dengan rata-rata persentase 85,83%, yang mengindikasikan perangkat ini mudah diterapkan dan memberikan manfaat dalam pembelajaran. Tahap disseminate dilakukan melalui penyebarluasan ke dua madrasah subjek pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berdiferensiasi yang dikembangkan efektif dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Strategi diagnosa kesiapan belajar siswa yang terintegrasi dalam perangkat ini membantu guru dalam memahami kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran dapat lebih sesuai dengan tingkat kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Perangkat ini mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.