Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DENGAN MODEL STAD PADA SISWA KELAS I MADRASAH ULA Maghfira, Ajeng Ayu; Sukmantara, Rano
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i1.56903

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam, serta belum maksimalnya pembentukan karakter kerja sama dan rasa tanggung jawab di kelas I Madrasah Ula Batam. Pembelajaran yang masih didominasi oleh guru menyebabkan interaksi antar siswa serta tanggung jawab individu belum berkembang dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran model pembelajaran kooperatif berupa Student Teams Achievement Division dalam membentuk sikap kerja sama dan rasa tanggung jawab di kalangan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Subjek penelitian berjumlah sebelas siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipatif, wawancara, serta dokumentasi, dan metode triangulasi digunakan untuk meningkatkan konsistensi dan kredibilitas informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kerja sama dan tanggung jawab siswa meningkat dari siklus pertama menuju siklus kedua. Penerapan model pembelajaran yang menggabungkan kerja kelompok dan tanggung jawab individu mendorong siswa untuk lebih aktif berinteraksi, saling membantu, serta mampu menyelesaikan tugas secara mandiri. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif berbasis Student Teams Achievement Division berperan dalam meningkatkan pembentukan karakter siswa selama pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH STUDI LITERATUR Sukmantara, Rano; Nurfadilah, Firda
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10306

Abstract

ABSTRACT Islamic Religious Education (PAI) in Madrasah Ibtidaiyah plays a crucial role in shaping students’ character from the early stages of formal education; however, current instructional practices remain predominantly focused on cognitive aspects, resulting in suboptimal value internalization. This study aims to identify and synthesize educational values in the Qur’an and examine their relevance to PAI learning within the framework of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA). The research employs a qualitative approach through a literature study by analyzing primary sources in the form of Qur’anic verses and 24 systematically selected scholarly references, which are then examined using content analysis through coding, categorization, and thematic synthesis. The findings reveal that educational values in the Qur’an are structured into five main categories: faith (aqidah), worship (ibadah), social values, intellectual development, and exemplary conduct, each of which demonstrates a direct connection to the objectives, content, and instructional strategies of PAI in Madrasah Ibtidaiyah. In addition, narrative approaches such as stories and parables show strong potential in facilitating value internalization among primary school students who are in the concrete operational stage of development. The novelty of this study lies in the development of an integrative framework that systematically connects Qur’anic values with student characteristics, instructional strategies, and educational policy. This study concludes that the effectiveness of character education based on Qur’anic values is strongly influenced by curriculum integration, consistent habituation, and the role of teachers as role models in everyday learning practices. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah memegang peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik sejak tahap awal pendidikan formal, namun praktik pembelajaran yang berlangsung masih didominasi oleh pendekatan kognitif sehingga proses internalisasi nilai belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur’an serta menelaah keterkaitannya dengan pembelajaran PAI dalam kerangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menelaah sumber primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan 24 rujukan ilmiah yang diseleksi secara sistematis, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahap pengkodean, kategorisasi, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan dalam Al-Qur’an terstruktur dalam lima kategori utama, yaitu akidah, ibadah, sosial, intelektual, dan keteladanan, yang masing-masing memiliki bentuk keterhubungan langsung dengan tujuan, materi, dan strategi pembelajaran PAI di Madrasah Ibtidaiyah. Selain itu, pendekatan naratif seperti kisah dan perumpamaan terbukti memiliki potensi kuat dalam mendukung proses internalisasi nilai pada peserta didik usia sekolah dasar yang berada pada tahap perkembangan operasional konkret. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka integratif yang menghubungkan nilai-nilai Qur’ani dengan karakteristik peserta didik, strategi pembelajaran, serta kebijakan pendidikan secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas penguatan karakter berbasis nilai Qur’ani sangat ditentukan oleh integrasi kurikulum, konsistensi pembiasaan, serta keteladanan guru dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
Peran Guru Dalam Menumbuhkan Kebiasaan Ibadah Pada Siswa Sd Indria Islamic School Sukmantara, Rano; Anggini, Gita
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan kebiasaan ibadah pada siswa di SD Indria Islamic School. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai teladan (uswah hasanah), pembimbing spiritual, pengawas, dan motivator dalam pembiasaan ibadah harian, termasuk salat dhuha, salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, doa harian, dan pembinaan akhlak mulia. Strategi guru meliputi pembiasaan rutin, pendekatan kontekstual, pemberian reward, dan kolaborasi dengan orang tua. Meskipun terdapat kendala seperti perbedaan latar belakang keluarga dan motivasi siswa yang beragam, pembiasaan ibadah yang konsisten terbukti menanamkan perilaku religius yang berkelanjutan (Hidayati, 2020; Setiawan & Putri, 2021).
Manajemen Pengembangan Kemampuan Bahasa Arab Untuk Anak SD Islam Al-Anshar Fitriani, Fika Nur; Sukmantara, Rano
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5411

Abstract

Upaya menyeimbangkan kemampuan bahasa Arab siswa/siswi SD Islam Al-Anshar mendirikan lembaga pengembangan bahasa Arab. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dibutuhkan proses manajemen yang baik dalam lembaga pengembangan bahasa Arab. karena manajemen sebagai salah satu faktor penentu ketercapaian tujuan lembaga. Penelitian ini mengambil permasalahan: 1) Bagaimana perencanaan pengembangan kemampuan bahasa Arab siswi di SD Islam Al-Anshar?, 2) Bagaimana pelaksanaan pengembangan kemampuan bahasa Arab siswi di SD Islam Al-Anshar? dan 3) Bagaimana Evaluasi pengembangan kemampuan bahasa Arab siswi di SD Islam Al-Anshar?. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data guru dan siswi. Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) perencanaan pengembangan bahasa Arab meliputi penentuan SOP pembelajaran, penentuan kegiatan, anggaran, kebijakan dan strategi yang dirancang oleh kepala pengembangan bahasa dan pembantu direktur bidang pendidikan dan kurikulum . 2) pelaksanaan pengembangan bahasa Arab dilaksanakan 1 hari dalam satu minggu untuk kelas TECC yang didalamnya terdapat pembelajaran prcakapan bahasa arab dan kosa kata setiap harinya yang dilaksanakan setelah sholat dzuhur serta di sela-sela pembelajaran, dan program ditujukan kepada siswa/siswi dan pendidik. Kegiatan pengembangan bahasa Arab siswa/siswi dilaksanakan secara formal dan informal. Pengelompokan tugas perkelas yang dilaksanakan semester sekali hanya untuk kelas 6 saja. 3) evaluasi pengembangan bahasa Arab dilaksanakan secara formal dan informal. evaluasi formal hanya untuk daurah arabiyah melalui tes tertulis dan lisan sedangkan untuk informal hanya berupa laporan pertanggungjawaban setelah pelaksanaan kegiatan. Rekomendasi: perlu ada kerja sama dengan murid menerapkan percakapan bahasa arab dasar yang terdapat siswa/siswi SD Islam Al-Anshar sehingga program bisa terlaksana dengan harapan tujuan tercapai secara maksimal
Strategi Guru Pai Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Melalui Program Tahfidz Di Smpit Ibnu Abbas Klaten muksin, Hamid al; Sukmantara, Rano
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru PAI dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an melalui program tahfidz di SMPIT Ibnu Abbas Klaten. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai strategi, antara lain talaqqi, tahsin, setoran hafalan berkala, dan muroja’ah terstruktur. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius, dukungan orang tua, dan ketersediaan guru tahfidz yang kompeten. Adapun faktor penghambat di antaranya perbedaan kemampuan siswa, motivasi yang fluktuatif, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan siswa.
PENERAPAN METODE TASMI’ DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN DI MA’HAD AN-NI’MAH MEDAN Sukmantara, Rano; Arniza, Fitri
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10317

Abstract

ABSTRACT The quality of Qur’anic memorization is not solely measured by the number of verses mastered, but is also determined by the accuracy of pronunciation, fluency in recitation, and the ability to retain memorization consistently over time. In the practice of tahfidz learning, the tasmi’ method has been widely applied; however, studies that comprehensively examine its role as an evaluative mechanism in improving memorization quality remain limited. This study aims to examine the implementation of the tasmi’ method, identify the factors influencing its application, and formulate optimization strategies to enhance students’ memorization quality at Ma’had An-Ni’mah Medan. This research employs a qualitative approach with a descriptive design, involving tahfidz teachers and students as the main participants. Data were collected through field observations, in-depth interviews, and document analysis, and subsequently analyzed through data reduction, data display, and continuous interpretation. The findings reveal that tasmi’ is implemented through a structured memorization submission pattern accompanied by systematic repetition under direct supervision, contributing to improved pronunciation accuracy, recitation fluency, and memorization stability. The effectiveness of this method is influenced by students’ discipline, the intensity of teacher guidance, and a supportive learning environment, while the main challenges include time constraints, individual differences in ability, and psychological readiness. This study affirms that tasmi’ functions not merely as a memorization submission technique, but as an integrated and continuous evaluation system within tahfidz learning, making it effective in fostering adaptive, systematic, and contextually grounded memorization quality. ABSTRAK Kualitas hafalan Al-Qur’an tidak semata diukur dari jumlah ayat yang dikuasai, melainkan juga ditentukan oleh ketepatan pelafalan, kelancaran bacaan, serta kemampuan mempertahankan hafalan secara konsisten dalam jangka waktu tertentu. Dalam praktik pembelajaran tahfidz, metode tasmi’ telah banyak digunakan, namun kajian yang mengkaji perannya secara komprehensif sebagai mekanisme evaluasi dalam peningkatan kualitas hafalan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan metode tasmi’, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi penerapannya, serta merumuskan upaya optimalisasi dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di Ma’had An-Ni’mah Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan guru tahfidz dan santri sebagai partisipan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, yang selanjutnya dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan makna secara berkesinambungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tasmi’ dilaksanakan melalui pola setoran hafalan yang disertai pengulangan terstruktur dengan bimbingan langsung, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan akurasi pelafalan, kelancaran membaca, serta kestabilan hafalan. Keberhasilan penerapan metode ini dipengaruhi oleh kedisiplinan santri, intensitas pendampingan guru, dan dukungan lingkungan belajar, sedangkan hambatan yang muncul berkaitan dengan keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan individu, serta kesiapan psikologis. Penelitian ini menegaskan bahwa tasmi’ tidak hanya berfungsi sebagai teknik penyetoran hafalan, tetapi dapat diposisikan sebagai sistem evaluasi berkelanjutan yang terintegrasi dalam pembelajaran tahfidz, sehingga efektif dalam membangun kualitas hafalan yang lebih adaptif, sistematis, dan kontekstual.