Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI BIM UNTUK OPTIMASI PENJADWALAN DAN BIAYA PEKERJAAN STRUKTURAL DAN ARSITEKTURAL PROYEK RUSUN ASN 3 IKN Fajar, Restu Putra; Fajarwati, Anisah Nur
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8957

Abstract

Seiring pesatnya pembangunan infrastruktur dan gedung bertingkat di Indonesia, penyedia jasa konstruksi dituntut menerapkan sistem terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Berdasarkan Pasal 28 ayat (1) Permen PUPR Nomor 22 Tahun 2018, penggunaan Building Information Modeling (BIM) diwajibkan untuk gedung negara dengan luas di atas 2.000 m2. Proyek Rusun ASN 3 IKN memiliki luas 13.000 m2 dengan 14 lantai yang teridiri dari 6 Tower. Penelitian ini mengkaji implementasi konsep BIM untuk Tower 1 dalam estimasi biaya (BIM 5D) dan penjadwalan proyek (BIM 4D). Metode yang digunakan meliputi pemodelan struktural dan arsitektural dengan Autodesk Revit, serta simulasi penjadwalan melalui Autodesk Navisworks. Untuk meningkatkan akurasi kuantitas, model Revit diekspor ke format IFC kemudian diimpor ke Cubicost TAS untuk menghitung volume struktural dan arsitektural. Sementara itu, Cubicost TRB digunakan untuk estimasi tulangan. Integrasi ini mempercepat proses estimasi, menjadikannya lebih terstruktur dan minim kesalahan. Hasil implementasi BIM 5D menunjukkan deviasi terhadap volume existing pekerjaan struktural sebesar; -26,72% untuk pekerjaan beton, -6,11% Kg pekerjaan pembesian, dan -26,93% pekerjaan bekisting, serta pekerjaan arsitektural sebesar; -7,01% untuk pekerjaan dinding, -4,96% pekerjaan plafon, -15,91% pekerjaan lantai, dan 0% pekerjaan kusen. Estimasi biaya berdasarkan volume existing mencapai Rp128.893.452.920,38, sementara itu, estimasi berbasis BIM hanya sebesar Rp116.207.988.532,86, menghasilkan efisiensi sebesar Rp12.685.464.387,53 atau -10% lebih hemat. Untuk penjadwalan (BIM 4D), durasi pekerjaan struktural dan arsitektural yang semula direncanakan selama 294 hari, dapat dipersingkat menjadi 287 hari berdasarkan analisis di Microsoft Project dan simulasi Autodesk Navisworks. Dengan demikian, implementasi BIM yang melibatkan Autodesk Revit, Navisworks, serta Cubicost TAS dan TRB terbukti mampu mendukung efisiensi biaya dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi, sekaligus meningkatkan akurasi dan konsistensi data proyek.