Muamar, Rezeki
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Supervisi Klinis Kepala Madrasah Berbasis Kolaboratif dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru ( Studi Kasus di MIN 7 Pidie dan MIN 35 Pidie) Nurlina, Nurlina; Bahri, Saiful; Muamar, Rezeki
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1h78d736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) perencanaan supervisi klinis berbasis kolaboratif, (2) pelaksanaan supervisi klinis berbasis kolaboratif, (3) refleksi dan tindak lanjut supervisi klinis, (4) kontribusi supervisi klinis terhadap profesionalisme guru, serta (5) faktor pendukung dan penghambat implementasi supervisi klinis berbasis kolaboratif di MIN 7 Pidie dan MIN 35 Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multikasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru, koordinator kurikulum, dan pengawas madrasah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa dengan bantuan perangkat lunak NVivo melalui proses open coding, pembentukan node, kategorisasi tema, framework matrix, dan analisis lintas kasus. Keabsahan data diperoleh melalui ketekunan pengamatan, triangulasi sumber, teknik, dan waktu, member check, serta audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis di kedua madrasah telah mengalami pergeseran orientasi dari pendekatan administratif menuju pembinaan profesional yang bersifat partisipatif. Implementasi supervisi dilaksanakan melalui perencanaan yang melibatkan guru, pelaksanaan observasi berbasis data objektif, komunikasi reflektif, serta refleksi dan tindak lanjut yang berkelanjutan melalui pendampingan dan monitoring. Supervisi klinis berbasis kolaboratif memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa budaya kolaboratif madrasah yang dibangun melalui kepercayaan, komunikasi terbuka, kemitraan profesional, dan komitmen bersama merupakan kondisi pemungkin (enabling condition) yang menentukan keberhasilan implementasi supervisi klinis berbasis kolaboratif. Berdasarkan sintesis hasil penelitian dirumuskan suatu model konseptual supervisi klinis berbasis kolaboratif yang menggambarkan hubungan sistemik antara budaya kolaboratif, pergeseran orientasi supervisi, komunikasi reflektif, refleksi dan tindak lanjut, serta pengembangan profesionalisme guru. Model tersebut memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian administrasi pendidikan, khususnya dalam implementasi supervisi akademik di Madrasah
Supervisi Akademik Kepala Madrasah dalam Mengembangkan Profesionalisme Guru Berbasis Inovatif di MIN 29 Kembang Tanjong Nazaruddin, Nazaruddin; Muamar, Rezeki; Najmuddin, Najmuddin
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/aaq8ar56

Abstract

Supervisi akademik merupakan fungsi strategis kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilaksanakan di MIN 29 Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, dengan melibatkan kepala madrasah, guru, koordinator kurikulum, dan pengawas madrasah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Pelaksanaannya meliputi observasi kelas, peninjauan dokumen pembelajaran, diskusi reflektif, pembinaan, pendampingan, serta pemberian umpan balik yang konstruktif, humanis, dan kolaboratif. Tindak lanjut dilakukan melalui pembinaan individu, lokakarya internal, kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), pendampingan penyusunan bahan ajar, dan pemantauan berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan demokratis, komunikasi efektif, komitmen guru, budaya kolaboratif, dukungan pengawas, dan pemanfaatan teknologi informasi. Tantangannya meliputi keterbatasan waktu, beban mengajar, kecemasan guru, dan keterbatasan fasilitas teknologi. Inovasi supervisi melalui coaching, mentoring, diskusi reflektif, komunitas belajar, supervisi kolaboratif, dan platform digital meningkatkan kompetensi guru, kreativitas mengajar, keterampilan integrasi teknologi, serta budaya perbaikan berkelanjutan.