Faizal, Fahrul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Semiotika dalam Cerita Rakyat Situs Buyut Banjar dan Sumur Tlumpah serta Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Sastra Lokal Faizal, Fahrul; Efendi, Irfan; Naufal, Muzi Zain
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/135963-019883

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam cerita rakyat Situs Buyut Banjar dan Sumur Tlumpah menggunakan teori semiotika Roland Barthes serta mengembangkan hasilnya menjadi bahan ajar sastra lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pelestarian nilai-nilai budaya Indramayu melalui kajian sastra yang bermakna edukatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data utama diperoleh dari teks cerita rakyat dalam buku Sejarah Indramayu cetakan ketiga yang diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita rakyat mengandung tanda-tanda budaya yang mencerminkan nilai moral, sosial, dan spiritual masyarakat Indramayu. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi tinggi untuk dikembangkan menjadi bahan ajar sastra lokal sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.Kata kunci: semiotika, Roland Barthes, cerita rakyat, bahan terbuka, sastra lokalAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam cerita rakyat Situs Buyut Banjar dan Sumur Tlumpah dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes dan mengembangkan hasilnya menjadi bahan ajar sastra lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk melestarikan nilai-nilai budaya Indramayu melalui kajian sastra yang bermakna edukatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari teks cerita rakyat dalam Sejarah Indramayu (edisi ketiga) yang diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita rakyat tersebut mengandung simbol-simbol budaya yang mencerminkan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual masyarakat Indramayu. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk dikembangkan menjadi bahan ajar sastra lokal yang selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.Kata Kunci: semiotika, Roland Barthes, cerita rakyat, bahan ajar, sastra lokal