Karang, Anselma S Kartini
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Interaksi Pola Makan Tinggi Gula Garam Lemak (GGL), Riwayat Genetik dan Obesitas terhadap Risiko Diabetes Melitus Nina; Nelma, Agnesia; Karang, Anselma S Kartini; Riri, Risda; Lina, Rizky Ade; Djailan, Sartina H
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4384

Abstract

Berdasarkan data UPTD Puskesmas Depok Jaya, kasus Diabetes Melitus (DM) meningkat dari 604 orang pada 2022 menjadi 804 orang pada periode Januari–Juni 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian DM dan upaya penanganannya di wilayah kerja Puskesmas Depok Jaya. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan tenaga kesehatan, observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko utama DM pada masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Depok Baru meliputi pola konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) (41%), riwayat genetik (33,8%), serta status obesitas (10%). Meskipun berbagai upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif telah dilakukan, tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Berdasarkan analisis prioritas, intervensi yang direkomendasikan yaitu penyediaan fasilitas konsumsi aman GGL (gula, garam, lemak), program edukasi gizi di sekolah dan tempat kerja, serta dorongan bagi kantin untuk menyediakan makanan sehat.Penelitian menekankan pentingnya intervensi berkelanjutan melalui pendidikan masyarakat untuk menekan prevalensi DM serta memperkuat upaya penanganan penyakit tidak menular di tingkat puskesmas. Program fasilitas konsumsi aman GGL dinilai paling efektif dalam menjawab masalah pola makan masyarakat yang tinggi gula, garam, dan lemak. Implementasinya dapat berupa penyediaan makanan dan minuman rendah GGL di sekolah, kantor, dan pusat layanan publik serta pelabelan makanan dengan informasi kadar GGL yang jelas.