Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SELF REGULATION DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA SISWA KELAS XI SMA Armilyana, Yanti; Astuti, Farida Herna; Rayani, Dewi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.9824

Abstract

ABSTRACT The use of social media in daily life can have both positive and negative impacts on students, one of which is the emergence of the fear of missing out (FOMO) phenomenon, which refers to the feeling of anxiety when someone feels left behind from the activities of others on social media. One factor that is assumed to minimize this feeling is self regulation ability. This study aims to determine the relationship between self regulation and fear of missing out among eleventh-grade students at SMA Nurul Falah Perina in the 2023/2024 academic year. This research used a quantitative approach with a correlational method. The population as well as the research sample consisted of 20 students. Data collection techniques used questionnaires as the main method, while observation, documentation, and interviews were used as supporting methods. Data analysis was conducted using the Product Moment correlation formula. The results of the study showed that there was a significant negative relationship between self regulation and fear of missing out, with a correlation coefficient value of r = -0.746 at a significance level of 5%. These findings indicate that the higher the students’ self regulation ability, the lower the level of fear of missing out experienced. Conversely, lower self regulation ability is associated with higher levels of fear of missing out in social media use. ABSTRAK Penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi siswa, salah satunya adalah munculnya fenomena fear of missing out (FOMO), yaitu perasaan cemas ketika seseorang merasa tertinggal dari aktivitas orang lain di media sosial. Salah satu faktor yang diduga dapat meminimalkan perasaan tersebut adalah kemampuan regulasi diri (self regulation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulation dengan fear of missing out pada siswa kelas XI di SMA Nurul Falah Perina Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai metode utama, sedangkan observasi, dokumentasi, dan wawancara digunakan sebagai metode pelengkap. Analisis data dilakukan menggunakan rumus korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self regulation dengan fear of missing out dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,746 pada taraf signifikansi 5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan regulasi diri siswa, maka semakin rendah tingkat fear of missing out yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan regulasi diri, maka semakin tinggi kecenderungan siswa mengalami fear of missing out dalam penggunaan media sosial.
KETERKAITAN SELF REGULATION DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH Armilyana, Yanti; Astuti, Farida Herna; Rayani, Dewi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9811

Abstract

ABSTRACT The use of social media in daily life has psychological impacts on students, one of which is Fear of Missing Out (FOMO), defined as the feeling of anxiety about missing information or activities experienced by others on social media. This condition has the potential to increase anxiety, making strong self-regulation skills necessary for students to control their social media usage behavior. This study aims to analyze the relationship between self-regulation and Fear of Missing Out among eleventh-grade students of SMA Nurul Falah Perina in the 2023/2024 academic year. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 20 students selected using a total sampling technique. Data were collected through a questionnaire as the primary instrument and analyzed using the Product Moment correlation formula. The results of the analysis showed a negative relationship between self-regulation and FOMO, with a correlation coefficient (r) of -0.746 at a 5% significance level (p < 0.05). These findings indicate that the higher the students' self-regulation ability, the lower the level of FOMO experienced. Therefore, self-regulation plays an important role in minimizing students' tendency toward FOMO. ABSTRAK Penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari memberikan dampak psikologis bagi siswa, salah satunya adalah Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan khawatir tertinggal informasi atau aktivitas orang lain di media sosial. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kecemasan sehingga diperlukan kemampuan self regulation yang baik agar siswa mampu mengendalikan perilaku penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self regulation dengan Fear of Missing Out pada siswa kelas XI SMA Nurul Falah Perina Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket sebagai instrumen utama dan dianalisis menggunakan korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif antara self regulation dan FOMO dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,746 pada taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan regulasi diri siswa, semakin rendah tingkat FOMO yang dialami. Dengan demikian, self regulation berperan penting dalam meminimalkan kecenderungan FOMO pada siswa.