Hopsah, Cintiani Siti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian perbandingan sambiloto segar dan kering ditinjau dari rendemen dan konsentrasi andrographolide Hasanah, Siti Uswatun; Hopsah, Cintiani Siti; Septiani, Shely Dwi
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i1p29-35

Abstract

Andrographis paniculata, yang lebih dikenal dengan sebutan sambiloto, merupakan salah satu tanaman obat yang populer dan telah mendapatkan perhatian serta pengembangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Secara tradisional, tanaman ini digunakan untuk menangani berbagai kondisi kesehatan, termasuk gigitan serangga berbisa, demam berdarah, diare, infeksi saluran pernapasan atas, serta masalah kulit. Konsumsi tanaman ini dapat dilakukan dalam bentuk segar maupun kering. Bahan segar umumnya dikonsumsi dengan direbus atau dikunyah, sementara bahan kering biasa disajikan sebagai teh atau dijadikan suplemen kesehatan. Kandungan air yang tinggi pada bahan segar dapat menyebabkan pelarutan senyawa aktif tertentu dan meningkatkan risiko degradasi akibat aktivitas enzimatik atau mikroba. Di sisi lain, bahan kering memiliki kestabilan yang lebih baik karena minim air, meskipun proses pengeringan dapat menurunkan kadar senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan membandingkan potensi A. paniculata segar dan kering terkait rendemen ekstrak dan kadar andrographolida pada berbagai bagian tanaman, yaitu daun, batang, dan bunga. Ekstraksi dilakukan melalui maserasi dengan pelarut metanol. Rendemen dievaluasi, analisis kualitatif dilakukan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan analisis kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri UV. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara bahan segar dan kering, baik dari segi rendemen maupun kandungan andrographolida. Rendemen tertinggi diperoleh dari bahan kering, yaitu 21,3% pada daun, 12,64% pada batang, dan 11,1% pada bunga. Andrographolida terdeteksi di semua bagian tanaman, dengan konsentrasi tertinggi terdapat pada daun kering, yaitu 5,99 ± 1,6%.