Syauqi Kinan Abrar Al Azzaam
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Perjuangan Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia Syauqi Kinan Abrar Al Azzaam; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v5i2.18288

Abstract

Abstract. This study analyzes the meaning of human rights violation victims' struggle in the lyrics of "Bersemi Sekebun" by ERK featuring Morgue Vanguard, as musicians involved in social movements, express criticism of human rights issues through sharp lyrics. "Bersemi Sekebun" portrays injustice and the spirit of perseverance in dark times, reflecting the struggle of human rights violation victims. The song not only entertains but also educates listeners about the importance of human rights, encouraging society to fight for basic rights as part of human dignity. Using a qualitative method with Barthes' semiotic approach, this study explores the symbolism in the diction used. This approach focuses on meaning, logic, situation description, as well as various aspects of daily life. Data collection is done through triangulation, combining observation, interviews, documentation, resulting in inductive data analysis. The research aims to uncover layers of meaning contained in the lyrics, understand the implicit messages conveyed, analyze how music can be an effective medium in voicing social and human rights issues. The results reveal three levels of meaning: denotation depicting conditions of injustice, connotation conveying messages of resilience and fighting spirit, and myth making this song a symbol of the struggle for social justice and human rights. Abstrak. Hadirnya musik sebagai elemen pendukung dalam aksi sosial telah melahirkan gerakan baru, terutama dalam pengawalan isu Hak Asasi Manusia (HAM). Penelitian ini menganalisis makna perjuangan korban pelanggaran HAM dalam lirik lagu "Bersemi Sekebun" karya Efek Rumah Kaca (ERK) featuring Morgue Vanguard. ERK, sebagai musisi yang terlibat dalam gerakan sosial, mengekspresikan kritik terhadap isu-isu HAM melalui lirik-lirik tajam. "Bersemi Sekebun" menggambarkan ketidakadilan dan semangat bertahan dalam keadaan kelam, menjadi cerminan perjuangan korban pelanggaran HAM. Lagu ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi pendengar tentang pentingnya HAM, mengajak masyarakat memperjuangkan hak-hak dasar sebagai bagian dari martabat manusia Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan semiotika Roland Barthes, studi ini mengeksplorasi simbolisme dalam diksi yang digunakan. Pendekatan ini berfokus pada makna, logika, dan deskripsi situasi, serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, menggabungkan observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang menghasilkan analisis data induktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap lapisan makna yang terkandung dalam lirik, memahami pesan implisit yang disampaikan, dan menganalisis bagaimana musik dapat menjadi medium efektif dalam menyuarakan isu-isu sosial dan HAM. Hasil penelitian mengungkapkan tiga tingkat makna: denotasi menggambarkan kondisi ketidakadilan, konotasi menyampaikan pesan ketahanan dan semangat juang, serta mitos yang menjadikan lagu ini simbol perjuangan keadilan sosial dan HAM.